KPU Bantul beri pendidikan politik melalui Pemilos serentak

id Pemilos,KPU Bantul

Proses Pemilihan Ketua OSIS (Pemilos) di SMA Negeri 1 Kasihan Bantul. (Foto ANTARA/Hery Sidik)

Bantul (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memberikan pendidikan politik bagi pemilih pemula melalui Pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) atau Pemilos yang digelar serentak di seluruh sekolah menengah atas sederajat wilayah ini.

"Ketika bicara pendidikan politik untuk pemilih pemula di Bantul, maka ini adalah salah satu metode yang kita lakukan yaitu dengan cara pemilihan ketua OSIS seperti ini," kata Ketua KPU Bantul Didik Joko Nugroho di sela peluncuran Pemilos di SMA Negeri 1 Kasihan Bantul, Selasa.

Menurut dia, pemilihan ketua OSIS yang dikemas menyerupai pemilihan umum pada umumnya tersebut diikuti sebanyak 69 sekolah, baik SMA, SMK maupun Madrasah Aliyah (MA) se-Bantul dengan peserta para siswa-siswi di masing-masing sekolah itu.

Dalam kegiatan tersebut, juga dibentuk kelompok penyelenggara pemilihan dan pemilih pun memberikan hak suaranya melalui bilik suara yang difasilitasi KPU, bahkan petugas pemilihan juga melakukan pemutakhiran data pemilih.

"Di dalam pemilihan ketua OSIS ini para siswa diajarkan tentang tahapan-tahapan pemilu yang dilakukan oleh KPU. Jadi teman-teman penyelenggara Pemilos ini kita kenalkan tentang tahapan pemilu mulai dari proses pemutakhiran data pemilih dan proses pencalonan," katanya.

Bahkan, kata dia, ada proses pembentukan kelompok penyelenggara seperti KPPS, proses pengelolaan logistik, kampanye bagi calon ketua OSIS, proses pemungutan dan penghitungan suara dan proses penetapan calon terpilih ketua OSIS.

Dengan demikian, kata dia, semua tahapan di dalam pemilu tersebut diadopsi di dalam Pemilos, bahkan muatan yang lebih penting dari proses Pemilos ini adalah sejak sosialisasi sampai pelatihan bagi para penyelenggara pemilos adalah masalah pengenalan terhadap tradisi kepemiluan.

"Kita juga kita ingin teman-teman menanamkan nilai-nilai demokrasi, bagaimana teman penyelenggara pemilu itu dari sisi penyelenggara bisa menjadi penyelenggara yang independen, karena calon ini adalah teman-teman mereka sendiri, jangan sampai ada keberpihakan," katanya.

Pihaknya berharap kepada teman-teman penyelenggara Pemilos di masing-masing sekolah agar menjalankan proses pemilos tersebut secara profesional yang artinya sesuai dengan aturan untuk mencapai hasil yang demokratis dan berkualitas.

"Kami berharap teman-teman penyelenggara pemilos ini bisa mengedukasi pemilih agar mereka menjadi pemilih yang cerdas, tidak saling musuhan, tidak saling menebar kebencian, apalagi menggunakan kampanye - kampanye yang tidak sehat, karena mereka ini saling mengenal," katanya.
Pewarta :
Editor: Eka Arifa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar