UGM-Pemda DIY akan wujudkan moda transportasi mudah diakses mahasiswa

id transportasi,UGM,DIY

UGM-Pemda DIY akan wujudkan moda transportasi mudah diakses mahasiswa

Bus Trans Jogja. (FOTO ANTARA)

pengembangan moda transportasi umum itu tetap menggunakan bus Transjogja. Hanya saja, baik trayek, jumlah armada, hingga tarifnya akan disesuaikan dengan kemampuan pelajar maupun mahasiswa.
Yogyakarta (ANTARA) - Universitas Gadjah Mada bersama Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta berkolaborasi untuk mewujudkan moda transportasi umum yang mudah diakses dan menarik bagi para mahasiswa dan pelajar di Yogyakarta.

Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) Ahmad Munawar seusai menemui Gubernur DIY Sultan HB X di Kantor Kepatihan, Yogyakarta, Selasa, mengatakan moda transportasi itu nantinya akan memiliki trayek dan jam operasional yang sesuai dengan kebutuhan pelajar dan mahasiswa.

"Kami sudah melakukan diskusi dengan sekolah-sekolah dan universitas bagaimana agar mereka (pelajar dan mahasiswa) banyak menggunakan angkutan umum," kata dia.

Baca juga: Pakar UGM sebut sistem polder solusi tanggulangi banjir di DKI Jakarta

Berdasarkan diskusi kelompok terpimpin (FGD) yang dilakukan bersama Pemda DIY dan Operator Trans Jogja, pengembangan moda transportasi umum itu tetap menggunakan bus Transjogja. Hanya saja, baik trayek, jumlah armada, hingga tarifnya akan disesuaikan dengan kemampuan pelajar maupun mahasiswa.

"Tarif yang menarik bagi sekolah mungkin nanti ada tarif bulanan atau mingguan. (Soal) Ini kami akan konsultasi dengan Pak Gubernur," kata dia.

Moda transportasi yang mudah diakses dan menarik bagi pelajar dan mahasiswa itu, lanjut Munawar, diharapkan dapat mendukung program "green transportation" atau transportasi ramah lingkungan di lingkungan kampus UGM.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor UGM Panut Mulyono mengatakan pada prinsipnya UGM memiliki rencana untuk menghadirkan tranportasi ramah lingkungan berupa mobil listrik untuk mobilitas mahasiswa di lingkungan kampus.

Dengan hadirnya fasilitas itu, mahasiswa UGM diharapkan tidak menggunakan kendaraan pribadi menuju kampus. Oleh sebab itu, diharapkan ada moda transportasi di luar kampus yang dapat mendukungnya.

Baca juga: Jusuf Kalla menerima Hamengku Buwono IX Award

"Harapannya nanti transportasi perkotaan yang memungkinkan kerja sama dengan UGM agar mahasiswa tidak lagi menggunakan kendaraan (pribadi) tapi mudah akses ke kampus dari kost atau tempat tinggalnya," kata dia.

Selain dapat mendukung program "green transportation" di UGM, menurut Panut, moda transportasi yang lebih nyaman dan sesuai kebutuhan mahasiswa juga akan membantu mengurangi kepadatan lalu-lintas di sekitar kampus.
Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar