Operasional Jembatan GL Zoo menunggu normalisasi pembatas jalan

id Jembatan GL Zoo,Yogyakarta

Operasional Jembatan GL Zoo menunggu normalisasi pembatas jalan

Jembatan GL Zoo Yogyakarta yang baru selesai direvitalisasi (Eka AR)

Perlu pemotongan pembatas jalan di sisi barat supaya manuver kendaraan besar seperti bus menjadi lebih mudah.

Yogyakarta (ANTARA) - Jembatan GL Zoo Yogyakarta yang baru saja selesai direvitalisasi pada 2019 belum dibuka untuk akses kendaraan karena masih membutuhkan normalisasi pembatas jalan agar manuver kendaraan besar menjadi lebih mudah.

“Perlu pemotongan pembatas jalan di sisi barat supaya manuver kendaraan besar seperti bus menjadi lebih mudah,” kata Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta Windarto di Yogyakarta, Rabu.

Selain normalisasi pembatas jalan, lanjut Windarto, juga diperlukan pemindahan dua tiang listrik yang berada di pembatas jalan karena berpotensi mengganggu manuver kendaraan besar.

“Kami khawatir bus akan mengenai kabel listrik saat melintas kalau tiangnya tidak dipindahkan,” kata Windarto.

Baca juga: Integrasi PTSP dan JSS permudah masyarakat akses layanan

Ia menyatakan saat ini Pemerintah Kota Yogyakarta sedang berkoordinasi dengan PT PLN untuk pemindahan tiang listrik tersebut.

Jika seluruh normalisasi yang dibutuhkan sudah dilakukan, maka Jembatan GL Zoo yang baru saja selesai direvitalisasi akhir Desember 2019 akan difungsikan untuk akses kendaraan dari timur ke arah barat.

“Jembatan akan difungsikan menjadi jalan searah untuk kendaraan dari timur ke barat. Sedangkan jembatan lama juga difungsikan searah untuk kendaraan dari barat ke timur,” katanya.

Saat ini, di Jalan Kusumanegara Yogyakarta tepatnya di depan GL Zoo terdapat dua jembatan yang melintang di atas Sungai Gajah Wong. Dua jembatan tersebut saling bersisihan di sisi utara dan selatan.

Selama ini, jembatan yang berada di sisi utara digunakan sebagai akses utama warga menuju ke Kota Yogyakarta. Sedangkan jembatan di sisi selatan yang berusia lebih tua ditutup.

Namun, Pemerintah Kota Yogyakarta kemudian melakukan revitalisasi jembatan lama tersebut pada 2019 melalui dana APBD Yogyakarta dengan nilai anggaran sekitar Rp6 miliar.

Baca juga: Pemkot Yogyakarta tetapkan besaran honor warga pelayan masyarakat

Jembatan yang sudah direvitalisasi tersebut memiliki lebar sekitar tujuh meter dan panjang 46 meter dengan konstruksi beton.

“Jembatan sudah selesai dikerjakan pada akhir Desember 2019. Memang sengaja belum dibuka. Kalau dibuka tetapi belum ada manajemen lalu lintasnya, maka kami khawatir justru akan digunakan sebagai tempat parkir. Apalagi pada akhir Desember merupakan puncak kunjungan wisata di Yogyakarta,” kata Kepala Bidang Binamarga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta Umi Akhsanti.

Untuk jembatan lama yang berada di sisi utara, juga akan direvitalisasi namun tidak dalam waktu dekat. “Mungkin baru akan dimasukkan pada tahun anggaran 2021 atau 2022,” katanya.

Nanti, lanjut Umi, kedua jembatan tersebut akan memiliki bentuk dan desain yang sama seperti jembatan kembar dan akan diberikan berbagai penanda masuk Kota Yogyakarta sehingga masyarakat atau wisatawan merasa sudah berada di Yogyakarta.
Baca juga: Kota Yogyakarta akan tambah lima ruang terbuka hijau publik

Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar