Empat pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di Kulon Progo sembuh

id COVID-19,Kulon Progo

Empat pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di Kulon Progo sembuh

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penangan COVID-19 Kulon Progo Baning Rahayujati. (ANTARA/Sutarmi)

Kulon Progo (ANTARA) - Sebanyak empat pasien terkonfirmasi COVID-19 di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, dinyatakan sembuh, sehingga total pasien yang sembuh sebanyak 144 orang dari total 202 orang yang terpapar virus corona.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kulon Progo Baning Rahayujati di Kulon Progo, Kamis, mengatakan empat pasien terkonfirmasi positif COVID-19 yang sembuh, adalah KP-191 warga Sentolo, KP-162 warga Wates, KP-174 warga Sentolo, dan KP-171 warga Sentolo.

"Hari ini ada empat pasien yang sembuh, tiga diantaranya dari Kapanewon Sentolo, dan satunya dari Wates. Semoga 52 lainnya juga segera sembuh," kata Baning Rahayujati.

Ia mengatakan hari ini, ada penambahan satu pasien terkonfirmasi positif COVID-19, yakni KP-202 laki-laki umur 21 tahun warga Wahyuharjo, Kecamatan/Kapanewon Lendah, yang memiliki riwayat perjalan pulang pergi dari Tangerang.

"Pasien menjalani isolasi mandiri," katanya.



Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kulon Progo, total suspek sebanyak 2.194 kasus dengan rincian 21 probable meninggal dunia, 202 konfirmasi, dan 1.971 discarded. Dari 202 konfirmasi, 14 isolasi rumah sakit, 38 isolasi mandiri, 144 sembuh dan lima meninggal dunia.

Kemudian, sebaran pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di setiap kapanewon/kecamatan dengan tingkat tertinggi sampai terendah, yakni Wates sebanyak 37 kasus, Pengasih 30 kasus, Kokap 29 kasus, Lendah dan Sentolo masing-masing 26 kasus, Temon 20 kasus, Galur 15 kasus, Panjatan dan Kalibawang masing-masing enam kasus, Nanggulan empat kasus, Samigalu tiga kasus, dan Nanggulan nol kasus.

"Kasus tertinggi di Kapanewon Wates dan terendah di Kecamatan Girimulyo," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo Sri Budi Utami mengatakan Pemkab saat ini mengantisipasi kepulangan santri dari Jawa Timur dan Jawa Tengah yang akan dipulangkan ke daerah asal.

"Kami akan melakukan tes cepat (rapid test) terhadap santri yang pulang dari pondok pesantren dalam rangka mengantisipasi penyebaran COVID-19. Kami berharap partisipasi relawan melaporkan warga yang pulang dari ponpes supaya dapat dites cepat," katanya.*


Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar