Pedestrian Titik Nol Kilometer Yogyakarta steril dari wisatawan

id Titik nol kilometer,yogyakarta,pagar pembatas,kerumunan

Pedestrian Titik Nol Kilometer Yogyakarta steril dari wisatawan

Ilustrasi - Pedestrian di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta diberi pagar pembatas sebagai upaya menghindari kerumunan pada malam tahun baru 2021. (HO - Instagram Dinas Perhubungan Yogyakarta)

Yogyakarta (ANTARA) - Pedestrian di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta diberi pagar pembatas yang dipasang melingkar sebagai upaya untuk memastikan kawasan tersebut steril dari pengunjung atau wisatawan, terutama di malam pergantian tahun karena lokasi tersebut kerap dijadikan sebagai tempat berkumpul untuk merayakan pergantian tahun.



“Kawasan tersebut diberi pagar pembatas supaya orang tidak masuk. Area dalam pagar dipastikan steril dan akan disterilkan,” kata Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti di Yogyakarta, Rabu.



Menurut dia, pagar tersebut berfungsi sebagai pengaman agar kawasan tersebut tidak digunakan sebagai tempat berkumpul untuk merayakan pergantian tahun, sekaligus memastikan arus lalu lintas di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta lebih lancar.



Selain di kawasan Titik Nol Kilometer, pemasangan pagar pembatas juga dilakukan di sekeliling Tugu Yogyakarta. Masyarakat biasanya mendekat ke Tugu yang menjadi ikon Yogyakarta tersebut untuk berfoto sebagai tanda bahwa mereka sudah sampai di Yogyakarta.



Haryadi menyebut pemasangan pagar di sekeliling Tugu juga memiliki tujuan yang sama yaitu agar lokasi tersebut tidak menjadi tempat berkumpulnya orang dalam jumlah banyak dan lalu lintas menjadi semakin lancar.



Masyarakat pun bisa melapor ke Tim Satgas Penanganan COVID-19 Yogyakarta apabila melihat atau mengetahui terjadinya kerumunan di masa malam pergantian tahun atau selama libur akhir tahun.



“Kerumunan ini parameternya adalah rasio antara jumlah orang dengan kapasitas suatu tempat atau ruangan. Hitungannya tentu berbeda-beda. Namun, ketika protokol kesehatan sudah tidak bisa dilakukan, maka kerumunan akan ditegur dan dicairkan,” katanya.



Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Yogyakarta Agus Winarto mengatakan menerjunkan 350 personel untuk pengamanan malam tahun baru di Yogyakarta dibantu personel linmas dari wilayah, kepolisian, dan TNI.



Beberapa lokasi yang diperkirakan tetap dipadati wisatawan atau masyarakat yang ingin merayakan malam pergantian tahun di antaranya Kawasan Tugu, Malioboro, Alun-Alun Utara dan Alun-Alun Selatan.



“Di Titik Nol dan Tugu sudah diberi pembatas. Harapannya, tempat tersebut tidak dijadikan sebagai pusat perayaan pergantian tahun dan tidak ada kerumunan. Jika ada maka dibubarkan,” katanya.



Petugas akan dilengkapi dengan alat pengeras suara untuk memberikan imbauan kepada wisatawan atau masyarakat yang sedang berada di tempat publik untuk selalu mematuhi protokol kesehatan.



“Jam rawan terjadi peningkatan pengunjung di kawasan-kawasan keramaian diperkirakan terjadi mulai pukul 18.00 WIB dan puncaknya sekitar pukul 22.00-23.00 WIB,” katanya.

Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar