Bupati Sleman meresmikan tiga inovasi adminduk Kecamatan Cangkringan

id Inovasi Adminduk Cangkringan ,Kecamatan Cangkringan ,Bupati Sleman Kustini ,Kabupaten Sleman ,Sleman

Bupati Sleman meresmikan tiga inovasi adminduk Kecamatan Cangkringan

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo meresmikan inovasi dokumen Adminduk Kecamatan Cangkringan. ANTARA/HO-Humas Pemkab Sleman

Sleman (ANTARA) - Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo meresmikan tiga inovasi administrasi kependudukan di Kecamatan (Kapanewon) Cangkringan yang bertepatan dengan acara Mangayubagyo Boyong Songsong (Perpindahan Kantor) Kecamatan Cangkringan yang ke-8, Rabu.

Pada kesempatan tersebut Kustini juga membagikan 100 bantuan sosial kepada lansia serta melakukan penanaman pohon cangkring di Lapangan Kantor Kapanewon Cangkringan, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Camat (Panewu) Cangkringan Suparmono mengatakan bahwa pada kesempatan tersebut tidak hanya memperingati Mangayubagyo Boyong Songsong Kapanewon Cangkringan yang ke-8, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, yakni dengan meluncurkan tiga inovasi administrasi kependudukan.

Ia menyebutkan inovasi yang pertama adalah layanan "Kado Manten". Melalui inovasi tersebut, masyarakat Kecamatan Cangkringan yang melakukan pernikahan akan langsung mendapatkan dokumen kependudukan yang baru.

"KTP yang baru dengan status yang sudah berubah, kartu keluarga (KK) yang sudah terpisah dengan orang tua, KK mertua, jadi selesai menikah langsung mendapatkan dokumen kependudukan yang lengkap," katanya.

Menurut dia, inovasi tersebut diinisiasi mengingat ditemukan banyak pasangan baru menikah yang malas mengurus dokumen kependudukan keluarga.

"Banyak keluarga lupa mengurus dokumen keluarga, ingatnya ketika sudah memiliki anak, hal tersebut tentu menghambat pembuatan akta kelahiran anak," katanya.

Inovasi yang kedua, lanjut dia, pembuatan KTP baru yang cepat bagi warga Cangkringan yang sudah berumur 17 tahun yang diberi nama "3 jam untuk Sweet 17".

"Warga yang memasuki usia 17 tahun datang ke kecamatan, kemudian foto, tunggu selesai pulang membawa KTP, pembuatan KTP hanya 3 jam sudah selesai," katanya.

Suparmono berharap inovasi tersebut dapat mendorong masyarakat yang baru berumur 17 tahun untuk membuat dokumen kependudukan.

"Sejak diuji coba mulai Maret, antusias masyarakat sangat tinggi. Awal Maret sudah ada 40 KTP baru, sebelumnya biasa hanya 10—15 KTP," katanya.

Kemudian inovasi yang ketiga adalah Kecamatan Cangkringan berkomitmen tertib pajak bumi dan bangunan (PBB) lunas pada bulan Mei.

"Kami sudah berkomitmen bersama lurah dan Dukuh Cangkringan agar taat dan mempercepat dalam pembayaran PBB 2021 lunas dengan target pada bulan Mei," katanya.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo memberikan apresiasi terhadap program unggulan pelayanan kependudukan yang diluncurkan tersebut.

Ia berharap program tersebut dapat memberikan kemudahan dan proses yang lebih cepat bagi masyarakat Cangkringan dalam mengurus administrasi kependudukan.

Selain itu, dia mengharapkan dengan kegiatan tersebut dapat menumbuhkembangkan dan melestarikan kembali kearifan budaya lokal agar menjadi raja di negaranya sendiri.

"Peringatan Boyong Songsong Kecamatan Cangkringan yang diselenggarakan secara rutin setiap tahunnya ini juga untuk melestarikan budaya Jawa. Sudah seharusnya Sleman dapat melestarikan, memajukan kesejahteraan masyarakatnya, tidak hanya dari sisi perekonomian namun juga dari sisi pelestarian dan pengembangan budaya," katanya.
Pewarta :
Editor: Eka Arifa
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar