Penumpang kereta di Daop 6 turun 82,6 persen selama larangan mudik

id kereta api,daop 6,larangan mudik

Penumpang kereta di Daop 6 turun 82,6 persen selama larangan mudik

Ilustrasi - Pemeriksaan dokumen perjalanan dan kesehatan untuk calon penumpang kereta api. ANTARA/HO-Humas Daop 6 Yogyakarta.

Jumlah tersebut hampir sama dengan penurunan penumpang kereta secara nasional yaitu sekitar 83 persen.
Yogyakarta (ANTARA) - Jumlah penumpang kereta api di Daerah Operasi 6 Yogyakarta selama penerapan masa larangan mudik Lebaran, 6-17 Mei 2021 mengalami penurunan yang cukup signifikan hingga 82,6 persen dibandingkan pada masa pengetatan mudik, 22 April hingga 5 Mei.

Berdasarkan data Daop 6 Yogyakarta, total jumlah penumpang pada masa larangan mudik tercatat sebanyak 8.929 orang atau rata-rata hanya ada 744 penumpang per hari. Sedangkan pada masa pengetatan perjalanan tercatat 51.070 penumpang atau rata-rata 3.648 penumpang per hari.

“Jumlah tersebut hampir sama dengan penurunan penumpang kereta secara nasional yaitu sekitar 83 persen,” kata Manajer Humas PT KAI Daerah Operasi 6 Yogyakarta Supriyanto di Yogyakarta, Selasa.

Baca juga: Ribuan wisatawan di DIY melanggar prokes selama libur Lebaran

Secara nasional, jumlah penumpang kereta jarak jauh di masa larangan mudik sebanyak 81.000 orang atau rata-rata sekitar 6.000 penumpang per hari. Sedangkan pada masa pengetatan mudik bisa mencapai rata-rata 36.000 penumpang per hari.

Selama masa larangan mudik diberlakukan, di wilayah kerja PT KAI Daop 6 Yogyakarta pun hanya ada delapan kereta jarak jauh yang dioperasionalkan yaitu KA Argo Lawu, Argo Wilis, Gajayana, Bima, Bengawan, Kahuripan, Sri Tanjung, dan Pasundan.

“Karena memang pada masa larangan mudik diberlakukan, operasional kereta bukan untuk kepentingan mudik tetapi untuk kepentingan seperti bekerja, perjalanan dinas, mengunjungi keluarga sakit, dan kepentingan non mudik lainnya,” katanya.

Baca juga: Kasus COVID-19 di Kota Yogyakarta menurut indikasi menurun selama libur Lebaran

Bahkan, lanjut dia, PT KAI memastikan seluruh penumpang memenuhi syarat dokumen perjalanan dan dokumen kesehatan untuk mengakses layanan kereta jarak jauh. Jika tidak memenuhi seluruh syarat dokumen yang ditetapkan, maka penumpang tidak diperkenankan naik kereta.

Secara nasional tercatat 5.140 penumpang yang ditolak naik kereta selama masa larangan mudik diberlakukan.

Sedangkan untuk masa peniadaan mudik pada 18-24 Mei, akan kembali dioperasionalkan sejumlah kereta jarak jauh. Namun, penumpang tetap diwajibkan menyertakan surat bebas COVID-19.

“Untuk surat atau dokumen perjalanan tidak lagi dibutuhkan tetapi surat bebas COVID-19 baik dari pemeriksaan PCR, rapid test antigen atau GeNose tetap wajib disertakan dengan pemeriksaan maksimal 1x24 jam sebelum perjalanan,” katanya.

Calon penumpang yang tidak dapat menunjukkan surat bebas COVID-19, tidak memakai masker atau penumpang dengan hasil reaktif akan dikembalikan tiketnya dengan bea pembatalan 25 persen.

Proses pembatalan bisa dilakukan di loket stasiun pembatalan atau contact center 121 paling lambat 30 menit sebelum keberangkatan.

Sedangkan penumpang dengan suhu lebih dari 37,3 derajat celcius saat boarding tetap bisa memperoleh pengembalian tiket 100 persen.

Selain delapan kereta jarak jauh yang dioperasionalkan pada masa larangan mudik, juga akan dioperasionalkan kereta pada tanggal keberangkatan tertentu seperti Taksaka pagi dan malam, Senja Utama Yogyakarta, Senja Utama Solo, Fajar Utama Yogyakarta, Sancaka, Mutiara Timur, dan Progo.
 
Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar