Gubernur DIY mengusulkan parkir di dekat Malioboro dikenakan tarif premium

id Sultan,Parkir,Yogyakarta,Malioboro

Gubernur DIY mengusulkan parkir di dekat Malioboro dikenakan tarif premium

Warga berjalan di kawasan Malioboro saat uji coba Semi Pedestrian jalan Malioboro, Yogyakarta, Selasa (3/11/2020). Dalam uji coba yang digelar hingga 15 November 2020 itu, kendaraan bermotor dilarang melintasi ruas jalan Malioboro, kecuali Transjogja, becak motor dalam kapasitas terbatas dan beberapa kendaraan operasional seperti mobil patroli polisi, pemadam kebakaran maupun ambulans. (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/pras.)

Yogyakarta (ANTARA) - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X mengusulkan parkir kendaraan di lokasi dekat kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta dapat dikenakan tarif premium.

"Yang dekat Malioboro nyatakan saja premium, parkir di Malioboro 'larang' (mahal) kan gitu," kata Sultan di Kompleks DPRD DIY, Rabu.

Sebelumnya, muncul unggahan foto karcis parkir mobil di kawasan dekat Malioboro dengan tarif Rp20.000 yang viral di media sosial. Para netizen menilai tarif parkir tersebut terlalu mahal dan merusak citra wisata Kota Yogyakarta.



Raja Keraton Yogyakarta ini tidak mempermasalahkan penerapan tarif parkir mahal di dekat kawasan Malioboro asalkan didasari aturan yang jelas dari Pemerintah Kota Yogyakarta.

Pertimbangannya, menurut dia, mencari lahan parkir di kawasan itu tidak mudah. Di sisi lain, Malioboro juga lekat dengan persoalan kepadatan lalu lintas, dan beban kendaraan.

"Bisa tidak sih kita ini berpikir berbeda kota (Yogyakarta) itu, karena tidak mudah kita mencari tempat parkir di Malioboro dan Malioboro itu mesti punya masalah traffic parkir, maupun beban kendaraan," kata Ngarsa Dalem.

Oleh sebab itu, Sultan berpendapat semakin jauh dari Malioboro, nantinya tarif parkir bisa diumumkan semakin murah.

"Makin jauh parkirnya dari Malioboro murah, gitukan saja. Tapi keputusan itu harus ada, jelas, untuk tidak disalahgunakan," kata Sultan.

 
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar