Bantul (ANTARA) - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memberangkatkan lima kepala keluarga (KK) calon transmigran menuju Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) Saluandeang, Kabupaten Mamuju Tengah, Provinsi Sulawesi Barat.
Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul Istirul Widilastuti, seusai pelepasan calon transmigran di Transito Bantul, Jumat mengatakan lima KK yang terdiri atas 16 jiwa tersebut akan diberangkatkan dengan moda transportasi pesawat udara.
"Sebetulnya kalau tidak ada pandemi COVID-19, Kabupaten Bantul mendapat alokasi dari pemerintah pusat memberangkatkan transmigran sebanyak 20 KK, tetapi dengan adanya refokusing anggaran Tahun 2021, hanya memberangkatkan lima KK," katanya.
Dia mengatakan, sebelum diberangkatkan calon transmigran tersebut telah dibekali berbagai pelatihan dan keterampilan, seperti bercocok tanam menyesuaikan dengan kondisi lahan di lokasi transmigrasi dan keterampilan wirausaha lainnya.
Dia berharap dengan keterampilan yang dimiliki calon transmigran bisa dikembangkan di lokasi baru dan diharapkan nantinya mampu memajukan daerah di kawasan tempat transmigrasi.
"Setiap KK calon transmigran, dari pemkab memberikan uang penghargaan sebesar Rp10 juta, yang dapat digunakan untuk usaha baru dan di lokasi transmigran mendapat bantuan sembako selama setahun untuk di lahan kering dan satu setengah tahun untuk lahan basah," katanya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Bantul Helmi Jamharis mengapresiasi kepada keluarga calon transmigran yang mempunyai niat untuk memperbaiki kehidupan di tanah seberang, yang berarti pula telah turut menyukseskan program pemerintah untuk pemerataan penduduk melalui program transmigrasi.
"Sebagaimana telah diketahui bersama, program transmigrasi bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan transmigran dan masyarakat sekitarnya, peningkatan dan pemerataan pembangunan daerah serta memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa," katanya.
Dia mengharapkan, para transmigran dapat memberikan contoh kepada masyarakat sekitar lokasi transmigrasi tentang bagaimana cara mengolah lahan secara lebih baik dan maju. Setiap KK akan mendapat lahan kurang lebih seluas dua hektare.
"Sebagai transmigran tentunya diperlukan SDM yang ulet, gigih, berjiwa pionir. Dengan jiwa tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan dan mendukung daerah tujuan serta dapat menjadi contoh pekerja yang andal di tempat tujuan," katanya.