Kremlin tak tahu lokasi "tentara bayaran" AS yang tertangkap

id Kremlin, AS

Kremlin tak tahu lokasi "tentara bayaran" AS yang tertangkap

Gambar diam yang diambil dari rekaman TV pemerintah Rusia pada 17 Juni 2022 yang memperlihatkan Alexander Drueke, seorang warga AS yang ditangkap oleh pasukan Rusia saat berperang untuk Ukraina, di lokasi yang tidak diketahui. (RU-RTR /HO via Reuters TV)

Moskow (ANTARA) - Kremlin mengatakan pada Selasa bahwa pihaknya tidak mengetahui lokasi dua orang Amerika yang ditangkap saat berperang di Ukraina timur.

Namun, Kremlin mengatakan bahwa mereka adalah tentara bayaran dan dapat dijatuhi hukuman mati di wilayah-wilayah yang memisahkan diri yang didukung Rusia.

Warga Amerika Alexander Drueke, 39, dan Andy Huynh, 27, hilang bulan ini saat berperang di dekat Kharkiv.

Media pemerintah Rusia kemudian menunjukkan wawancara video dengan kedua orang itu dan mengatakan mereka telah ditangkap oleh pasukan yang didukung Rusia.

Mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya, kantor berita Interfax melaporkan bahwa orang-orang itu berada di Republik Rakyat Donetsk (DPR) yang memproklamasikan kemerdekaan di Ukraina timur.

Warga Inggris Shaun Pinner dan Aiden Aslin dan warga negara Maroko Brahim Saadoun dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan DPR bulan ini setelah ditangkap saat sedang berperang bersama tentara Ukraina.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan dalam panggilan telepon dengan wartawan bahwa Moskow tidak dapat mengesampingkan bahwa dua orang yang ditangkap itu, keduanya dari Alabama, juga akan dijatuhi hukuman mati jika diadili di wilayah separatis.

Meskipun Rusia tidak memberlakukan hukuman mati, Republik Rakyat Donetsk dan Luhansk (LPR), yang kemerdekaannya hanya diakui oleh Moskow, menjalankan hukuman mati berdasarkan undang-undang mereka.

"Kami bicara tentang tentara bayaran yang mengancam nyawa personel kami. Dan bukan hanya kami, tapi juga personel DPR dan LPR."



R
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2022