Akademisi: Fungsi dialog keluarga penting cegah keretakan rumah tangga

id Keluarga sakinah, hari amal bhakti, kemenag

Akademisi: Fungsi dialog keluarga penting cegah keretakan rumah tangga

Diskusi Parenting Moderasi Beragama di perayaan Hari Amal Bhakti Kementerian Agama di JCC Senayan, Minggu (7/1/2024). (ANTARA/HO-Kemenag)

Jakarta (ANTARA) -
Akademisi dari Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Alwiyah Nur Syarif menekankan pentingnya fungsi dialog dalam keluarga guna mencegah keretakan dalam rumah tangga.
 
"Ayah, ibu, dan anak-anak kita sebenarnya memiliki komunikasi dan kolaborasi yang sangat baik ketika semuanya bisa dikondisikan," ujar Alwiyah dalam diskusi Parenting Moderasi Beragama di perayaan Hari Amal Bhakti Kementerian Agama di JCC Senayan, Minggu.
 
Alwiyah menyoroti era modernisasi saat ini yang membuat seseorang ataupun anggota keluarga cenderung terpaku pada media sosial daripada dunia nyata.
 
Kecanduan terhadap media sosial tersebut kerap berdampak pada kurangnya komunikasi dan perhatian dari orang tua kepada anak-anaknya.
 
"Hal tersebut dapat membuat hubungan menjadi renggang, bahkan jika tidak bijak, faktor digital dapat merusak ikatan keluarga," kata dia.
 
Instruktur Moderasi Beragama Kemenag itu juga menyinggung soal keterkaitan moderasi beragama dengan pola pengasuhan anak. Orang tua harus saling membuka ruang dialog di antara anggota keluarga dan tak boleh membatasi diri.
 
"Moderasi beragama menjadi pondasi dan semangat untuk para orang tua dan anak-anak agar hubungan keluarga menjadi lebih baik," ujarnya.
 

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Akademisi UIN Alauddin tekankan pentingnya fungsi dialog di keluarga
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2024