Indonesia bidik profit Rp12 triliun avtur ramah lingkungan

id Luhut Binsar Pandjaitan,Avtur ramah lingkungan,SAF

Indonesia bidik profit Rp12 triliun avtur ramah lingkungan

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dalam acara “Harvesting Gernas BBI-BBWI 2024 Provinsi Sumsel” yang disiarkan melalui video di Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (26/5/2024). ANTARA/Rizka Khaerunnisa/aa.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan membidik keuntungan sebesar Rp12 triliun melalui penjualan dan ekspor bahan bakar aviasi ramah lingkungan (sustainable aviation fuel/SAF).

“Diestimasikan bahwa penjualan SAF secara domestik dan ekspor dapat menciptakan keuntungan lebih dari Rp 12 triliun per tahun,” ujar Luhut, sebagaimana  dikutip melalui akun instagram resminya, luhut.pandjaitan, dipantau dari Jakarta, Kamis.

Angka tersebut diperoleh dengan menghitung nilai ekonomi melalui kapasitas produksi kilang-kilang biofuel Pertamina.



 Pertamina sebagai pemimpin di bidang transisi energi sudah melakukan uji coba statis yang sukses dari SAF untuk digunakan pada mesin jet CFM56-7B.

“Hal ini membuktikan bahwa produk mereka layak digunakan pada pesawat komersil,” kata Luhut.

Selain itu, katanya, pengembangan industri SAF juga akan menjadi pintu masuk investasi kilang biofuel lebih lanjut dari swasta maupun BUMN.

Mengutip data International Air Transport Association (IATA), Luhut mengatakan bahwa Indonesia diprediksi akan menjadi pasar aviasi terbesar keempat di dunia dalam beberapa dekade ke depan. Dengan asumsi kebutuhan bahan bakar itu mencapai 7.500 ton liter hingga 2030.

Prediksi tersebut lantas menjadi landasan bagi Luhut untuk memimpin Rapat Rancangan Peta Jalan dan Rencana Aksi Nasional Pengembangan Industri Sustainable Aviation Fuel (SAF) di Indonesia.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menko Luhut bidik keuntungan Rp12 triliun dari avtur ramah lingkungan
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2024