BMKG peringatkan 17 wilayah Indonesia berpotensi rob, ini nama daerah dan tanggalnya

id BMKG, banjir pesisir, peringatan dini BMKG

BMKG peringatkan 17 wilayah Indonesia berpotensi rob, ini nama daerah dan tanggalnya

Dua anak berenang di dekat tanggul penahan rob di Muara Baru, Jakarta, Jumat (8/11/2024). ANTARA FOTO/Idlan Dziqri Mahmudi/fzn/tom

Jakarta (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir pesisir atau rob yang dapat terjadi di 17 wilayah Indonesia antara 24 Februari hingga 5 Maret 2025.

"Fenomena bulan baru yang terjadi pada 28 Februari 2025 dan perigee pada 1 Maret 2025, berpotensi menyebabkan kenaikan ketinggian air laut yang lebih tinggi dari biasanya," demikian keterangan resmi BMKG yang dikeluarkan pada Minggu (23/2).

Beberapa daerah yang diprediksi terdampak rob antara lain Pesisir Jawa Tengah berada di Semarang, Demak, Pekalongan, Brebes, Tegal, Pemalang pada 24–26 Februari 2025, Pesisir Jawa Timur di Tanjung Perak, Krembangan, Kenjeran, Gresik, Lamongan pada 24–28 Februari 2025.

Selanjutnya, Pesisir Jakarta di Kamal Muara, Kapuk Muara, Pluit, Ancol, Marunda, Cilincing, Tanjung Priok, Kalibaru, Muara Angke, Penjaringan pada 24–26 Februari 2025.

Peringatan yang sama juga ditujukan kepada masyarakat di sekitar Pesisir Jawa Barat, khususnya di Bekasi, Karawang, Subang, Indramayu pada 24–26 Februari 2025.

Kepulauan Riau, seperti Dabo Singkep (24-27 Februari), Karimun (26 Februari-3 Maret), Bintan (28 Februari-3 Maret), dan Tanjung Pinang (27 Februari-4 Maret). Sementara itu, Pesisir Sumatera Barat, termasuk Kota Padang dan Painan, juga diperkirakan mengalami potensi serupa pada 28 Februari.

Di Banten, beberapa wilayah pesisir seperti Selat Sunda Utara dan Pandeglang juga akan merasakan dampaknya antara 27 dan 28 Februari. BMKG juga mengingatkan kepada masyarakat yang tinggal di pesisir Bangka Belitung, Pangkalpinang, Bangka Barat, dan Bangka, agar waspada pada 26 Februari hingga 2 Maret 2025.

Beberapa wilayah pesisir lainnya yang terancam rob termasuk Jakarta, Bekasi, Karawang, Nusa Tenggara Barat, hingga Papua, dengan rentang waktu yang bervariasi tergantung lokasi.

BMKG meminta masyarakat untuk berhati-hati dan menghindari aktivitas di pesisir saat air laut pasang tinggi, serta menyarankan untuk mengamankan barang berharga ke tempat yang lebih aman.

Warga diharapkan selalu memantau informasi terbaru melalui saluran resmi BMKG dan pemerintah setempat.

Baca juga: Awas, banjir rob landa sebagian besar wilayah pesisir RI sepekan ke depan

Sebelumnya, Senior Academic Telkom University dan Co lead of research project bertajuk Tide Eye – AI/IoT-powered Airborne System for Monitoring Water Level and Tidal Floods in North Coast of Central Java Miftadi Sudjai mengembangkan inovasi sistem monitoring banjir rob berbasis data.

“Tide Eye dikembangkan sebagai solusi teknologi yang mampu memantau kondisi banjir rob secara real-time,” kata Miftadi dalam acara Indonesia Data and Economic Conference (IDE) 2025 sesi Panel Discussion bertema 'Real Time Data for Disaster Mitigation' di Jakarta, Selasa (17/2/2025).

Miftadi menyampaikan bahwa inovasi berbasis artificial intelligence (AI) untuk memantau ketinggian air yang dapat memberikan peringatan dini bagi masyarakat.

Hal ini didasari bencana alam banjir rob yang kerap terjadi di beberapa wilayah pesisir Indonesia. Untuk menanggulangi dampaknya, data menjadi elemen kunci dalam setiap fase penanggulangan bencana.

Penelitian yang didukung oleh KONEKSI ini merupakan program kemitraan antara Indonesia dan Australia dalam bidang pengetahuan dan inovasi.

Baca juga: Jokowi apresiasi PGN yang sukses budidayakan Padi Biosalin di pesisir Semarang

Sistem Tide Eye bekerja dengan dua fungsi utama. Pertama, memonitor muara sungai untuk mengukur naik turunnya air akibat banjir rob. Kedua, mengawasi banjir akibat hujan dan luapan sungai (river rain).

Data dari kedua sumber ini dikumpulkan tiap 15 menit, kemudian diproses dengan AI dan ditampilkan dalam bentuk grafik atau chart yang mudah dipahami.

"Tidak hanya memberikan informasi, sistem ini juga dirancang untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat,” katanya.

Data yang dihasilkan oleh Tide Eye tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga operasional, sehingga dapat digunakan oleh berbagai pihak dalam penanganan darurat. Dengan dukungan teknologi yang terus dikembangkan, Tide Eye berpotensi menjadi solusi unggulan dalam menghadapi tantangan banjir rob di masa depan.

Baca juga: Kota-kota besar di Indonesia diminta waspadai hujan petir pada Minggu



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BMKG peringatkan potensi banjir pesisir berlaku 24 Februari-5 Maret