Jakarta (ANTARA) - Perhimpunan Ahli THT Bedah Kepala Leher Indonesia (PERHATI-KL) mengingatkan masyarakat untuk menghindari sejumlah kebiasaan buruk yang dapat membahayakan kesehatan pendengaran.
Beberapa kebiasaan yang disebutkan antara lain mendengarkan suara keras dalam waktu lama, merokok, konsumsi alkohol, serta penggunaan cotton bud.
Ketua Pengurus Pusat PERHATI-KL Yussy Afriani Dewi dalam temu media daring Kementerian Kesehatan, Senin (3/3), mengungkapkan bahwa paparan suara di atas 85 dB secara terus-menerus dapat menyebabkan kerusakan permanen pada sel rambut di dalam koklea, yang berperan penting dalam proses pendengaran.
Selain itu, Yussy menjelaskan bahwa merokok dapat mengganggu sirkulasi darah dan mengurangi suplai oksigen ke telinga, berpotensi menyebabkan gangguan pendengaran.
Sementara itu, konsumsi alkohol juga berdampak buruk pada kesehatan telinga bagian dalam.
"Alkohol tidak hanya merusak sel-sel di telinga, tetapi juga dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu yang digunakan untuk mengatasi infeksi telinga atau gangguan pendengaran, sehingga meningkatkan risiko kerusakan pendengaran serta penyakit lain seperti obesitas dan diabetes," jelas Yussy.
Baca juga: Faktor penyebab gangguan pendengaran pada anak
Tidaak hanya faktor eksternal, stres dan gangguan psikologis juga berkontribusi terhadap masalah pendengaran.
Stres berlebihan dapat memicu sensasi telinga berdenging, sedangkan stres kronis dapat mengganggu aliran darah ke telinga bagian dalam.
Menurut Yussy faktor lain yang juga dapat menyebabkan gangguan pendengaran meliputi cedera kepala, infeksi telinga berulang, serta konsumsi obat ototoksik seperti aminoglikosida, diuretik, dan kemoterapi jenis cisplatin. Faktor genetik juga tidak bisa diabaikan.
Sekretaris Umum PP PERHATI-KL Sally Mahdiani menyoroti kebiasaan menggunakan cotton bud untuk membersihkan telinga yang justru berisiko.
Ia menegaskan bahwa tubuh memiliki mekanisme alami untuk mengeluarkan kotoran telinga melalui gerakan rahang saat makan atau berbicara.
Penggunaan cotton bud justru dapat mendorong kotoran masuk lebih dalam ke area yang tidak terlindungi rambut telinga, sehingga sulit dikeluarkan.
Sally juga menambahkan bahwa polusi udara, terutama dari kendaraan bermotor, dapat mempengaruhi kesehatan pendengaran. Oleh karena itu, menjaga kebersihan dan kesehatan telinga sangat penting untuk mencegah gangguan pendengaran di masa depan.
Baca juga: Telinga sering sakit, ini penyebabnya
Baca juga: Pendengaran akan terganggu, kebiasaan dengar musik pakai "earphone"
Baca juga: Anak rentan terkena radang telinga tengah
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: PERHATI-KL paparkan kebiasaan buruk merusak kesehatan pendengaran