Yogyakarta masih akan kaji bantuan gerobak PKL

id Yogyakarta

Pemerintah Kota Yogyakarta (istimewa) (istimewa/)

Yogyakarta (Antaranewsjogja) - Pemerintah Kota Yogyakarta memutuskan melakukan kajian terhadap bantuan gerobak untuk pedagang kaki lima di Malioboro dari Pemerintah DIY sebelum memanfaatkannya.

"Kami masih harus melakukan kajian terhadap beberapa aspek dari gerobak yang akan diberikan ke pedagang kaki lima (PKL) sehingga gerobak benar-benar bisa dimanfaatkan secara maksimal," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Yunianto Dwi Sutono di Yogyakarta, Rabu.

Menurut dia, sejumlah apsek yang akan dikaji meliputi kapasitas gerobak, desain dan komitmen dari pedagang kaki lima Malioboro yang akan menggunakannya.

"Jika memang dari hasil kajian diketahui bahwa gerobak tidak akan dapat dimanfaatkan secara maksimal, maka kami tidak akan memaksakan penggunaannya," katanya.

Yunianto khawatir jika gerobak dipaksanakan untuk digunakan maka justru akan menambah permasalahan baru di kawasan Malioboro seperti kondisi PKL yang semakin tidak tertata.

Ia berharap agar gerobak baru yang akan diberikan kepada pedagang memiliki kapasitas yang sesuai dengan gerobak yang selama ini sudah digunakan karena pedagang yang menerima bantuan gerobak akan diminta untuk tidak lagi menggunakan gerobak lama.

"Kami pun siap dipanggil oleh Pemerintah DIY untuk mendiskusikan hal ini sewaktu-waktu, khususnya dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY," katanya.

Meskipun demikian, lanjut Yunianto, Pemerintah Kota Yogyakarta sepakat jika pedagang kaki lima di sepanjang Jalan Malioboro harus ditata agar terlihat rapi sehingga wisatawan yang berkunjung merasa semakin nyaman.

Total gerobak yang akan dibagikan kepada pedagang kaki lima di sepanjang Malioboro sebanyak 150 unit dengan beragam desain yang disesuaikan dengan jenis dagangan pedagang.

Saat ini, gerobak tersebut sudah berada di kantor Unit Pelaksana Teknis Metrologi Kota Yogyakarta karena memiliki tempat penyimpanan lebih luas.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY Tri Saktiyana mengatakan Pemerintah DIY pada prinsipnya siap melakukan serah terima gerobak untuk PKL Malioboro.

"Gerobak siap diserahterimakan. Ukuran pun sudah disesuaikan dengan kebutuhan pedagang sehingga gerobak yang akan diberikan memiliki desain dan ukuran yang berbeda-beda," katanya.

Dana yang dianggarkan untuk pembuatan gerobak senilai Rp980 juta menggunakan Dana Keistimewaan.

(E013)
Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar