SAR Parangtritis pastikan ubur-ubur tidak muncul

id ubur ubur

Petugas SAR memperlihatkan ubur-ubur yang perlu diwaspadai pengunjung pantai. (Foto Mamik/ANTARA)

Bantul (Antaranews Jogja) - Tim Pencarian dan Penyelamatan Pantai Parangtritis, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memastikan bahwa ubur-ubur pantai yang mengancam keselamatan pengunjung pada libur Idul Fitri 1439 Hijriah sudah tidak muncul meski sebelumnya sempat muncul.

"Alhamdulillah, mulai satu hari sebelum Lebaran kemarin sampai dengan sekarang ubur-ubur tidak muncul lagi di pantai," kata Sekretaris SAR Kabupaten Bantul Taufiq M di Posko SAR Bantul, Minggu.

Sebelumnya, binatang laut menyerupai gelembung berwarna biru transparan itu muncul di sepanjang pantai selatan jelang libur Lebaran 2018. Oleh sebab itu wisatawan pantai diimbau mewaspadai agar tidak terkena sengatan yang berdampak nyeri pada tubuh.

Menurut dia, kondisi cuaca yang berubah panas pada libur Lebaran ini diindikasikan menjadi penyebab hilangnya atau tidak munculnya ubur-ubur di pantai, kondisi cuaca ini berbeda saat bulan puasa yang dingin, sehingga ubur-ubur bermunculan.

"Beberapa hari menjelang Lebaran cuaca di laut memang dingin, sehingga muncul ubur-ubur dan terbawa arus ombak ke pantai," katanya.

Menurut dia, hewan laut ini bisa menyebabkan pengunjung mengalami nyeri tubuh dan sesak nafas jika sampai terkena sengatannya. Tetapi pihaknya juga sudah melakukan antisipasi sejak awal dengan menyiapkan obat-obatan untuk dimanfaatkan bagi yang terkena sengatan.

Dan untuk menjaga keselamatan pengunjung selama libur Lebaran, kata dia, Tim SAR Bantul mengerahkan kekuatan penuh sebanyak 94 personel anggota SAR dan relawan yang tersebar mulai dari Pantai Parangtritis ke barat hingga Pantai Pandansimo.

"Selain itu kami juga dibantu kekuatan dari personel Direktorat Polisi Air Polda DIY dan juga relawan serta aparat terkait," katanya.

Sementara itu, Komandan Posko Lebaran Pantai Parangtritis Iptu Tujianto mengatakan, mengimbau agar wisatawan yang berkunjung ke pantai tidak berenang atau mandi demi keamanan dan keselamatan diri.

"Kami sudah memasang spanduk imbauan di beberapa titik agar wisatawan tidak berenang di pantai," katanya.

Menurut dia, imbauan itu disampaikan agar wisatawan tidak menjadi korban terseret arus ombak, sebab meski kondisi gelombang pantai hanya berkisar satu hingga dua meter, tetapi di sepanjang pantai terdapat banyak palung yang berbahaya.

 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar