Disdik minta calon siswa cermati pilih SMP

id PPDB SMP

Ilustrasi, Calon siswa didampingi orang tua/wali murid melakukan pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMP melalui sistem zonasi (ANTARA FOTO)

Yogyakarta, 25/6 (Antara) - Calon siswa yang akan melakukan pengajuan pendaftaran pada penerimaan peserta didik baru jenjang SMP tahun ajaran 2018/2019 diminta cermat dalam menentukan urutan prioritas pilihan sekolah yang dituju.      
   
“Ada 16 SMP yang bisa dipilih sehingga calon siswa perlu memperhitungkan betul urutan pilihan sekolahnya,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Edy Heri Suasana di Yogyakarta, Senin.
   
Meskipun demikian, Edy menyebut, sistem penerimaan peserta didik baru (PPDB) tidak akan menolak jika calon siswa hanya memilih satu sekolah saja.
   
“Itu pilihan mereka. Yang penting, harus cermat menentukan pilihan. Tetapi, jangan sampai nantinya justru kecewa” katanya.
    
Proses pendaftaran peserta didik baru, khususnya jenjang SMP di Kota Yogyakarta diawali dengan tahap pengajuan pendaftaran, baik untuk jalur prestasi dalam kota dengan kuota 15 persen maupun jalur zonasi atau berbasis jarak dengan kuota 75 persen.
   
Pengajuan pendaftaran untuk jalur prestasi dalam kota dilayani mulai Senin (25/6) hingga 3 Juli, sedangkan untuk jalur zonasi dilayani lebih lama yaitu hingga 6 Juli. 
   
Tahap pengajuan pendaftaran tersebut akan diikuti dengan proses verifikasi di salah satu sekolah pilihan calon siswa. Verifikasi untuk jalur prestasi dilakukan pada 2-3 Juli, sedangkan untuk zonasi dilakukan pada 5-6 Juli.
   
“Calon siswa penduduk Kota Yogyakarta bisa memanfaatkan seluruh jalur pendaftaran yang diberikan, baik jalur prestasi maupun jalur zonasi,” katanya.
   
Jika calon siswa tidak lolos pada penerimaan siswa baru untuk jalur prestasi, maka mereka tetap bisa mengikuti pendaftaran melalui jalur zonasi. 
   
Edy pun memahami jika pada proses pengajuan pendaftaran peserta didik baru masih banyak orang tua murid yang belum memahami mekanisme pendaftaran yang diterapkan tahun ini.
   
“Kami akan jelaskan. Jika banyak yang datang, maka ada petugas yang siap melakukan presentasi atau dilayani secara personal jika tidak banyak yang datang,” kata Edy.
   
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidik Tenaga Kependidikan Data dan Informasi Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Samiyo mengatakan, seluruh calon siswa perlu melakukan pengajuan pendaftaran untuk bisa mengikuti penerimaan peserta didik baru.
   
Ia menyebut, proses penerimaan peserta didik baru akan tetap dilakukan secara “real time online” (RTO).
   
“Meskipun pada tahun ini peneriman peserta didik baru dilakukan dengan sistem zonasi, namun tetap memperhitungkan nila ujian sekolah berstandar nasional,” katanya.
   
Nilai USBN SD digunakan saat siswa mendaftar melalui jalur prestasi, tetapi juga bisa digunakan apabila ada lebih dari beberapa siswa mendaftar di SMP yang sama.
   
“Kami akan perhitungkan berdasarkan nilai. Jika masih sama akan diperhitungkan siapa yang lebih dulu mendaftar,” katanya.
 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar