Bawaslu Gunung Kidul tertibkan alat peraga kampanye

id Alat peraga kampanye

ILustrasi. Penertiban Alat Peraga Kampanye. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/sgd/14


Gunung Kidul (Antaranews Jogja) - Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, bersama dengan Satuan Polisi Pamong Praja menertibkan ratusan alat peraga kampanye calon anggota legislatif terpasang di sejumlah titik.
       
"Prinsipnya akan melakukan operasi alat peraga kampanye oleh calon anggota legislatif (caleg) atau parpol, karena belum diperbolehkan. Sasaran kami ada banner, spanduk, bendera dan sticker di beberapa wilayah," kata Koordinator Sekretariat Bawaslu Gunung Kidul Tri Widodo di Gunung Kidul, Kamis.
     
Dia mengatakan penertiban ini berpedoman pada PKPU Nomor 23/2018 Pasal 24. Isinya, kampanye sebagaimana dimaksud dilaksanakan tiga hari setelah penetapan DCT DPR, DPD, DPRD Provinsi/Kabupaten dan setelah penetapan sebagai pasangan calon sampai dengan dimulainya masa tenang. APK yang menampilkan citra diri tidak diperbolehkan dipajang didepan publik sebelum tanggal kampanye.
     
"Sementara hanya penertiban belum ada sanksi, APK boleh dipasang asalkan berada di kantor partai politik, itupun hanya bendera dan nomor urut," katanya.
     
Tri mengatakan APK yang diamankan boleh kembali diambil oleh parpol atau caleg yang bersangkutan di Bawaslu. Paling banyak APK ditemukan di Kecamatan Rongkop. Pencopotan ini demi menjaga kondusifitas daerah dan masyarakat. Bawaslu menilai, selain mengganggu keindahan, banner maupun spanduk parpol maupun caleg tersebut berpotensi menimbulkan gesekan di masyarakat.
     
"Untuk itulah kemudian langkah cepat dan tegas terpaksa diambil jajarannya. Caleg dan parpol boleh diambil nantinya, tetapi jangan dipasang kembali," katanya.
     
Kepala Satpol PP Gunung Kidul Dwi Warna Widinugraha mengatakan pihaknya berhasil mencopot 157 atribut yang digulung petugas yang terdiri dari 60 bendera, 12 baliho, 17 spandu k dan 68 stiker.
     
"Hari ini kami menerjunkan 14 personel untuk membantu Bawaslu membersihkan APK. Tim itu menyasar 10 kecamatan yang diketahui banyak terpasang APK," katanya.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar