Pemkab Sleman resmikan e-retribusi sampah

id sri purnomo

Pemkab Sleman resmikan e-retribusi sampah

Bupati Sleman Sri Purnomo (Foto Antara/Wahyu Putro)

Sleman (Antaranews Jogja) - Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup bekerjasama dengan Bank BPD DIY cabang Sleman meluncurkan Elektronik Retribusi Sampah (Pembayaran Sampah Sistem Online), Kamis.
   
Peluncuran E-Retribusi Sampah ini dilakukan secara langsung oleh Bupati Sleman Sri Purnomo yang disaksikan Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun serta Kepala DLH Kabupaten Sleman dan Kepala BPD DIY cabang Sleman.
     
Sri Purnomo mengatakan bahwa peluncuran E-Retribusi Sampah ini merupakan salah satu upaya Sleman dalam memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.
     
"Langkah ini merupakan upaya kita untuk memberikan kemudahan kepda masyarakat dalam penggunaan jasa layanan sampah pengangkutan sampah," katanya.
     
Menurut dia, dengan adanya inovasi ini, masyarakat tidak perlu lagi repot untuk datang ke Kantor Kabupaten Sleman atau datang ke kantor BPD Pusat untuk membayarkan tagihan layanan pengangkutan sampah.
     
"Kita percaya BPD itu cabangnya ada di semua wilayah yang ada di Kabupaten Sleman, sehingga nanti para pengepul sampah dari yang menggunakan grobakan, langganannya masyarakat di padukuhan maupun di perkotaan, mereka setornya ke depot-depot itu nanti bayarnya cukup dengan online," katanya.
     
Kepala DLH Sleman Dwi Anta Sudibya menjelaskan bahwa e-retribusi ini dapat memudahkan pelanggan sampah untuk membayar retribusi sampah.
   
 "Selama ini para pelanggan kita harus datang ke kantor dinas, yang mungkin kalau Prambanan jaraknya berapa kilometer, dari Depok berapa kilometer, belum lagi kalau jalanan macet. Sehingga nanti harapannya tidak ada tunggakan-tunggakan retribusi sampah," katanya.
     
Ia mengatakan, pelanggan sampah di Kabupaten Sleman rata-rata adalah penggerobak dan komersial. Hal tersebut dikarenakan Sleman mengembangkan pelayanan sampah secara tidak langsung "door to door" ke rumah tangga, tetapi melalui jasa gerobak sampah.
     
"Nanti pelanggan sampah kita ada penggerobak itu. Penggerobak kita wajibkan untuk membayar retribusi. Penggerobak yang nantinya akan membayar kepada kita. Dia akan masuk database," katanya.
     
Selain peluncuran E-Retribusi Sampah, dalam kesempatan tersebut juga diserahkan sejumlah penghargaan kepada sejumlah sekolah yang melaksanakan program Adiwitaya yaitu sekolah yang peduli dan berbudaya lingungan dimana program ini merupakan program untuk mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan.
     
Penghargaan tersebut diserahkan Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun kepada sekolah yaitu jenjang SD/MI dengan juara 1 diberikan kepada SDN Jetak, sedangkan juara 2 diberikan kepada SDN Nganggrung.
     
Ada pun untuk jenjang SMP/Mts juara 1 diberikan kepada SMPN 2 Pakem, juara 2 diberikan kepada SMPN 2 Ngemplak dan juara 3 diberikan kepada MtsN 2 Sleman.
     
Sedangkan untuk jenjang SMA/MA dan SMK, penghargaan diberikan kepada SMAN Prambanan yang meraih juara 1, juara 2 diraih oleh MAN 4 Sleman dan juara 3 berhasil diraih oleh SMAN 1 Godean.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar