Syahrini sebut ia dan Reino sama-sama "single"

id Syahrini,Reino Barack

Syahrini dan Reino Barack (HO/ist)

Jakarta (ANTARA) - Syahrini enggan disebut merebut kekasih orang lain karena memutuskan menikah dengan Reino Barack di Masjid Camii Tokyo, 27 Februari dan menyebut bahwa keduanya sama-sama berstatus "single". 

"Saya 'single' dan dia 'single', apa salahnya? Saya tidak mengambil suami orang. Saya menjalankan masa taaruf dengan lelaki istimewa ini hitungan bulan saja. Ini lelaki yang patut dihargai perjuangan cintanya kepada saya," ujar Syahrini dalam jumpa pers di Jakarta, Minggu.

Sebelumnya, penggemar Syahrini dan Luna Maya saling bertengkar di dunia maya, lantaran Reino menikah dengan pelantun "Sesuatu" itu. Syahrini dicap telah merebut kekasih Luna, apalagi jarak pernikahan mereka tidak jauh sejak hubungan Luna dan Reino berakhir.

"Miliaran dan jutaan manusia tidak menginginkan pernikahan ini, tetapi Allah ingin dan pasti terjadi. Ini sudah ketetapan Allah. Allah sudah atur jodoh ini, pernikahan dan ketemu media sudah diatur Allah," lanjutnya.

Menurut Syahrini, dia memiliki visi dan misi yang sama dengan Reino. Oleh karena itu, dia merasa cocok dengan suaminya.

"Ada satu visi beliau sama dengan saya, ingin sejahterahkan anak-anak yatim. Kurang dari 5 ribu anak yatim kami kelola, bersama suami Insya Allah kita akan sejahterahkan anak yatim. Itu gambaran pernikahan dan cerita keluarga kecil kami," kata Syahrini.

Syahrini juga menjelaskan alasannya melangsungkan pernikahan secara tertutup. Menurutnya, hal tersebut merupakan salah satu cara untuk menjaga kesakralan.

"Karena saya menjaga privasi dari suami dan kualitas kesakralan pernikahan kami. Kekasih hati saya dan ini suami saya. Ini pertanyaan awak media setiap tahun, ini saya sudah menikah. Bedanya dia 34 tahun dan saya 36 tahun. Insya allah satu visi dan misi," jelasnya.

Syahrini menambahkan, "Ini pernikahan sakral yang memang diimpikan sama suami. Karena suami pengin sakral hanya keluarga suami dan aku yang menyaksikan, dan juga sahabat."
Pewarta :
Editor: Eka Arifa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar