Anak beruang madu tunjukkan kemampuan sosial yang kompleks

id beruang madu

Anak beruang madu tunjukkan kemampuan sosial yang kompleks

Ilustrasi - Beruang madu (reuters.com)

Washington (ANTARA) - Beruang madu, salah satu spesies beruang terkecil di dunia, secara umum adalah binatang individualis yang menghabiskan banyak waktu sendirian di luar musim kawin, mencari buah-buahan, tikus, burung, dan serangga di hutan tropis Asia Tenggara.

Namun pada  Kamis lalu, para peneliti mengatakan bahwa anak beruang tersebut mampu  menampakkan kemampuan sosial yang tidak terduga, yang menempatkan mereka dalam  kelompok elit bersama manusia dan beberapa spesies evolusioner lain yaitu kemampuan menirukan ekspresi wajah beruang lain ketika bercanda.

Para peneliti mempelajari 22 beruang madu dalam permainan spontan di Bornean Sun Bear Conservation Center di Malaysia, di kandang yang cukup luas agar mereka dapat bertingkah esuai keinginan mereka.

Para beruang tersebut menirukan ekspresi wajah  teman-temannya dengan baik, bahkan mereka juga menggerakkan otot tertentu seperti  hidung dan mengerutkan moncongnya.
Selain manusia, menirukan ekspresi wajah telah diteliti pada gorila, orangutan, dua spesies monyet dan anjing lokal.

Sampai saat ini hanya gorila yang mampu menirukan persis ekpresi wajah manusia dengan sempurna. Tapi menurut penelitian ini, beruang madu terbukti sama hebatnya dengan gorila dan sebanding dengan manusia.

Penemuan ini tentu sangat mengejutkan mengingat beruang madu merupakan hewan individualis dan juga karena kemiripannya dengan manusia.

“Hal ini membuktikan bahwa ada banyak lagi jenis komunikasi yang dilakukan mamalia selain apa yang telah kita ketahui selama ini,” ungkapDerry Taylor seperti dikutip dari Reuters.

Beruang madu dengan bulu hitam dan garis keemasan di dada adalah omnivora aborial yang kekar dan tingginya dapat mencapai 1,4 meter dengan berat 65 kilogram.

Meskipun mereka memiliki kecenderunga untuk menyendiri di alam liar, namun beruang madu sering terlibat dalam beberapa permainan sederhana, seperti bergulat ringan hingga permainan kasar seperti memukul dan dan menggigit.

Perbedaan utama dari peniruan mimik wajah ini adalah apabila salah satu beruang menampakkan taring,  si peniru tidak melakukannya.

Belum diketahui secara pasti apa makna ekspresi tersebut, namun bisa saja berarti kesiapan mereka untuk berpindah dari permainan lembut menuju permainan yang lebih kasar, kata Tailor.
Salma Hamalna Suryaningrum/nusarina

 
Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar