Bantul persiapkan pemulihan lokasi terdampak banjir

id Lokasi bencana

Lokasi terdampak bencana tanah longsor di Kedungbuweng Desa Wukirsari Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (Foto Antara/Hery Sidik)

Bantul (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mulai mempersiapkan proses pemulihan lokasi terdampak banjir dan tanah longsor setelah status tanggap darurat dinyatakan selesai beberapa hari lalu.

"Tanggap darurat karena banjir dan tanah longsor sudah selesai sampai dengan tanggal 4 April kemarin, sehingga sekarang ini kita proses pemulihan," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul Helmi Jamharis di Bantul, Senin.

Dalam kejadian banjir dan tanah longsor akibat hujan deras pada 17 Maret lalu mengakibatkan genangan di hampir semua kecamatan se-Bantul, selain merusak infrastruktur sungai dan jalan, tanah longsor merusak beberapa rumah warga.

Pascakejadian itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul memberlakukan status tanggap darurat selama dua minggu agar penanganan yang bersifat darurat termasuk kesiapsiagaan menjadi prioritas utama.

"Kita akan melaksanakan pembangunan atau kegiatan-kegiatan yang mendesak dan memang menjadi kebutuhan masyarakat akan kita laksanakan pada masa pemulihan itu," katanya.

Laporan kerugian karena kerusakan infrastruktur dan materiil yang dialami masyarakat karena kejadian itu, sementara sudah dilaporkan mencapai sebesar Rp106 miliar, akan tetapi menurut Sekda, pendataan kerugian masih terus dilakukan.

"Nanti (pembangunan) akan dipilah mana yang menjadi kewenangan kabupaten, mana yang menjadi kewenangan (Pemda) DIY dan mana yang menjadi kewenangan pemerintah pusat," katanya.

"Tetapi yang jelas kalau seluruh kerusakan akibat banjir dibebankan ke kabupaten jelas tidak akan mampu. Ini (kerugian) masih dalam hitungan terus, dan sekarang ini kita sedang konsep SK (surat keputusan)-nya," katanya.

Sebelumnya Kepala BPBD Bantul Dwi Daryanto mengatakan, kejadian tanah longsor yang lalu itu berdampak lebih dari 10 rumah rusak karena tertimpa material longsor, baik rusak parah, sedang dan ringan. Rumah rusak tersebar di beberapa kecamatan.

Selain menyebabkan rumah rusak, sebagian rumah yang terkena banjir, pemiliknya kehilangan harta benda maupun peralatan rumah tangga, namun tidak ada laporan kerusakan bangunan karena dampak banjir ini.

"Kita bukan memberikan ganti rugi, karena (dampak) bencana ini tidak ada yang dirugikan, namun istilahnya bantuan stimulan pemerintah untuk proses pemulihan bagi korban banjir dan tanah longsor," katanya.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar