Buku ajar matematika untuk tunanetra mengantarkan Subagya meraih doktor

id buku ajar,tunanetra

Buku ajar matematika untuk tunanetra mengantarkan Subagya meraih doktor

Dosen Pendidikan Luar Biasa (PLB) Fakultas Ilmu Pendidikan UNS Surakarta Subagya (duduk) bersama keluarga dan tim penguji promosi doktor. Subagya berhasil meraih gelar doktor bidang Ilmu Pendidikan, Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) (foto istimewa)

Yogyakarta (ANTARA) - Buku ajar berbasis audio tekstual matematika untuk siswa tunanetra SMP yang dihasilkan Subagya (59) berdasarkan riset, mengantarkannya meraih gelar doktor bidang Ilmu Pendidikan, Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Subagya melakukan riset pengembangan buku ajar berbasis audio tekstual matematika untuk siswa tunanetra SMP dengan harapan siswa SMP akan lebih mudah memahami pelajaran matematika dalam upaya mengasah penalarannya, bahkan memudahkan siswa belajar mandiri.

Karya riset dosen Pendidikan Luar Biasa (PLB) Fakultas Ilmu Pendidikan UNS Surakarta itu dipresentasikan untuk memperoleh gelar Doktor bidang Ilmu Pendidikan, Program Pascasarjana UNY.

Karya itu dipresentasikan di hadapan tim penguji yakni Prof Dr Suparno MPd, Prof Dr Rusgianto HS, Prof Gunarhadi PhD, Prof Dr Sunardi MSc (promotor merangkap penguji), Prof Herman Dwi Surjono MSc, MT, PhD (ko-promotor merangkap penguji) di aula kreatif Gedung Pascasarjana UNY, Selasa (18/6). Sidang promosi dipimpin Dr Sugito MA.

Dalam keadaan pascapemulihan dari sakit, di sela-sela proses ujian terbuka, promovendus menyampaikan pihaknya merasa harus segera mempresentasikan hasil risetnya ini sebagai tanggung jawab akademik. Promovendus dengan semangat memaparkan hasil risetnya di hadapan tim penguji, walaupun harus berada di kursi roda.

Kepada tim penguji promovendus menjelaskan, melalui risetnya berhasil membuat buku audio yang dilengkapi dengan buku braille/tekstual grafis dikemas secara terpadu, dibaca dengan kecepatan sedang, dengan warna suara yang lembut dan tidak diperlukan musik pengiring, diproduksi dengan format digital, sinkronisasi penuh.

Selain itu dapat dioperasikan dengan berbagai perangkat digital (computer, CD player, MP3 player, smartphone, dan Daisy player). Buku Braille/grafis tekstual ditulis dengan Braille penuh dan grafis tekstual dengan kertas Braillo standar yang dikemas dalam jilidan spiral.

Buku yang disebut promovendus dengan nama Buku Siswa Audio Tekstual (BSAT) Matematika ini bentuk fisiknya terdiri dari bagian depan, bagian isi terdapat empat bab. Bab I tentang bilangan, bab II tentang himpunan, bab III tentang bentuk aljabar, bab IV tentang persamaan dan pertidaksamaan linier, dan bagian belakang buku.

Baca juga: UNY kembangkan media pembelajaran matematika bagi tunanetra

Dalam proses risetnya, Kepala Pusat Studi Difabel LPPM UNS yang pernah aktif menjadi Dosen Luar Biasa di Fakultas Saintek UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta itu juga melakukan uji coba penggunaan karya buku pembelajaran matematika digitalnya ini kepada subjek siswa kelompok kecil dan subjek kelompok besar.

Subjek kelompok kecil berjumlah 10 siswa tunanetra di tiga sekolah dan subjek kelompok besar berjumlah 38 siswa tunanetra di sembilan sekolah, dengan menggunakan pendekatan kuntitatif. Sementara uji efektifitas produk menggunakan pendekatan "quasi experimen with posttest-only design", analisis deskriptif-kualitatif.

Dalam proses risetnya, promovendus juga melakukan uji kelayakan. Dalam uji kelayakan oleh tim ahli media pembelajaran, ahli pendidikan anak tunanetra, ahli matematika, ahli buku audio, ahli buku Braille/grafis tekstual, dan guru ahli, BSAT Matematika ini dinyatakan layak digunakan sebagai media pembelajaran.

"BSAT Matematika ini juga bisa di-'download' di internet. Proses riset disertasi ini juga menginspirasi dibentuknya UTBK di UNS," kata bapak dua putra/putri dari Dra Soepasetijantini MPd.

Dari karya produk risetnya, Subagya merekomendasikan pemanfaatan BSAT Matematika para guru matematika yang memiliki siswa tunanetra, sekolah yang memiliki siswa tunanetra maupun SLB tunanetra, serta para siswa tunanetra yang ingin belajar matematika secara mandiri.

Subagya mengharapkan para peneliti bisa mengembangkan BSAT pada mata pelajaran lain, maupun penggembangan BSAT dengan menggunakan teknologi yang lebih aksesibel.

"Produk riset ini sangat berguna untuk melatih ketajaman penalaran difabel tunanetra. Saya berharap pemerintah  bisa memfasilitasi pengadaan peralatan/Daisy player yang tidak memakan anggaran yang besar dibanding pengadaan buku manual dan memfasilitasi penyelenggaraan pelatihan pemanfaatannya, serta pendistribusian BSAT Matematika ini pada sekolah-sekolah yang membutuhkan," katanya.

Ketua sidang promosi Dr Sugito MA mengatakan selama lebih dari 25 tahun promovendus menekuni pendidikan inklusi, terutama difabel tunanetra, dan telah menghasilkan banyak karya, baik dalam riset, penyelenggaraan seminar ilmiah, publikasi ilmiah sampai di tingkat internasional maupun praktik pengembangan pembelajaran difabel.

"Oleh karena itu, dengan gelar doktornya ini, Subagya sudah sepantasnya disebut sebagai pakar difabel, khususnya tunanetra, dan ini masih langka di Indonesia," kata Sugito.

Oleh tim penguji, promovendus dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan. Subagya merupakan doktor ke-478 Program Pascasarjana UNY dan doktor ke-98 bidang Ilmu Pendidikan UNY. 

Baca juga: Pakar: siswa perlu eksplorasi matematika dengan teknologi
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar