Panglima TNI: Capaja TNI-Polri jangan lakukan kekerasan

id Panglima TNI, ingatkan, Capaja TNI-Polri, tak lakukan kekerasan

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto saat memberikan Pembekalan kepada 781 Capaja TNI-Polri, di GOR Ahmad Yani Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (12/7/2019). (Antara Foto/Syaiful Hakim)

Jakarta (ANTARA) - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengingatkan kepada calon perwira remaja (Capaja) TNI-Polri untuk tidak melakukan kekerasan kepada juniornya.

"Jangan kalian memukul adik-adik (junior) kalian tidak tahu kan saat adik-adik jadi Panglima nanti kakak kakaknya termehek-mehek. Adik-adiknya jadi Kapolri, kakak-kakaknya termehek-mehek. Saya ingatkan jangan main pukul," kata Panglima TNI saat memberikan pembekalan kepada 781 Capaja TNI-Polri di GOR Ahmad Yani Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat.


Ia berharap Capaja TNI-Polri lebih bijak kepada para juniornya dengan tidak main pukul dalam menyelesaikan masalah.

"Tidak ada lagi aksi saling pukul antar angkatan karena para Capaja TNI-Polri harus menjaga soliditas," katanya.

Oleh karena itu, Hadi berpesan agar para Capaja selalu berpikir sebelum berbuat.

"Jauhi cara-cara kekerasan, hindari cara saling pukul antar teman seangkatan, hindari saling pukul antar angkatan, dan tetap jaga soliditas demi kondisi yang kondusif dan aman," tuturnya.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Tito Karnavian di hadapan ratusan Capaja TNI-Polri menyebutkan bahwa TNI dan Polri merupakan pilar dalam menjaga keutuhan bangsa menuju Indonesia lebih maju ke depan.

"Saya harapkan Capaja TNI-Polri bisa menjalin hubungan baik sebagai kolega, sahabat, teman dan saudara. Mari bersatu padu dan bersinergi. Kompetisi adalah hal biasa, tapi kompetisi yang sehat," kata Tito.

Dalam pembekalan calon perwira TNI dan Polri turut hadir Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto yang juga akan memberikan pembekalan, Kepala Staf Angkatan, Danjen Akademi TNI Laksamana Madya (Laksdya) TNI Aan Kurnia, Kalemdiklatpol Komjen (Pol) Arief Sulistyanto, dan lain-lain.

Pembekalan kepada calon perwira TNI dan Polri dilakukan sekaligus untuk persiapan pelaksanaan Prasetya Perwira TNI dan Pelantikan Perwira Polri di Istana Merdeka yang akan dilaksanakan Selasa (16/7) mendatang.

Prasetya Perwira TNI dan Pelantikan Perwira Polri 2019 merupakan upacara penyumpahan dan pelantikan perwira TNI dan Polri, lulusan dari Akademi Angkatan (Akmil, AAL, AAU dan Akademi Kepolisian. Dalam kesempatan itu Presiden RI selaku Panglima tertinggi Bapak Ir Joko Widodo akan bertindak selaku Inspektur Upacara.

Komposisi jumlah calon perwira TNI dan Polri yang akan dilantik Akmil Putra 244, Putri 15 Jumlah 259, Akademi Angkatan Laut (AAL) Putra 103 Putri 14 Jumlah 117, Akademi Angkatan Udara (AAU) Putra 90, Putri 9 Jumlah 99 dan Akademi Kepolisian (Akpol) Putra 256, Putri 50 Jumlah 306.

Praspa TNI dan Pelantikan Polri juga akan dihadiri Presiden RI, Ibu Negara, Wapres/Ibu, Menkopolhukam,Panglima TNI,Kapolri, Para Kepala Staf Angkatan, Danjen Akademi TNI, Kalemdiklatpol, Gubernur Akademi Angkatan, Atase Pertahanan Negara Sahabat.

Baca juga: Panglima TNI tegaskan prajurit TNI dan anggota Polri harus kompak
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar