Pemerintah diharapkan segera bangun infrastruktur moda transportasi di BIY

id Moda transportasi terpadu,BIY,Kulon Progo

Project Manager BIY/YIA Taochid Purnama Hadi memaparkan perkembangan pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta. (Foto ANTARA/Sutarmi)

Kulon Progo (ANTARA) - PT Angkasa Pura I mengharapkan pemerintah segera membangun infrastruktur moda transportasi yang terintegrasi mendukung rencana operasional Bandara Internasional Yogyakarta/Yogyakarta International Airport di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Oktober 2019 mendatang.

Project Manager BIY/YIA Taochid Purnama Hadi di Kulon Progo, Jumat, mengatakan sampai saat ini, dukungan moda transportasi lain masih terbatas pada taksi, suttle bus, bus dan kereta api yang dilengkapi dengan suttle bus dari Bandara ke stasiun terdekat.

"Sampai saat ini, belum ada penambahan terkait dengan fasilitas transportasi lain di bandara ini. Padahal, sarana transportasi yang memadai memang sangat diperlukan untuk mendukung operasional bandara secara maksimal. Terlebih, setiap hari nantinya akan ada 20 ribu penumpang yang hilir mudik di bandara ini," kata Taochid.

Ia mengatakan AP I merencanakan mulai Oktober 2019, 65 penerbangan akan ada di Bandara YIA ini. Sehingga kebutuhan transportasi pendukung untuk mengakomodir penumpang harus bisa dipenuhi. Namun demikian, Taochid mengaku tidak bisa berbuat banyak karena di luar kewenangan AP I.

AP I sebenarnya sudah menyampaikan persoalan tersebut kepada pemerintah. Tidak hanya untuk mengakomodir pemindahan 61 penerbangan ke YIA mulai Oktober 2019 mendatang, tetapi juga untuk rencana tahun depan terkait operasional secara keseluruhan tahun depan.

Di mana ketika full operation awal tahun depan, setidaknya sudah ada 8,5 juta penumpang yang dipindah dari Bandara Adisutjito ke YIA. Artinya, bandara YIA harus dipersiapkan secara maksimal guna kenyamanan para penumpang yang berada di kawasan tersebut. Baik dari sisi konektifitas maupun akomodasi yang lain.

"Kami sangat berharap sudah ada infrastrukfur pendukung mulai moda transportasi terintegrasi hingga hotel. Soalnya sih 65 flight itu bisa sekitar 20 ribu orang penumpang perhari," katanya.

Terkait rencana pembangunan kereta bandara misalnya, Taochid menyebut saat ini menunggu proses trases selesai dikerjakan. Karena belum dibuat, maka pihaknya juga belum membangun stasiun kereta api di bandara. Stasiun kereta bandara nantinya akan menempel dengan trase kereta api yang ada.

"Belum, tempatnya sedang kita siapkan. Letaknya di gedung penghubung dengan gedung parkir. Dekat dengan masjid tetapi di lantai 2, lebarnya sekitar 20 meter persegi. Kalau stasiunnya sekitar 30 meter persegi," katanya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas General Manager PT Angkasa Pura I YIA, Agus Pandu Purnama menambahkan pihaknya berusaha memaksimalkan persiapan full operation bandara YIA. Di pintu masuk yaitu di jalan Wates-Purworejo, nanti pihaknya akan mengupayakan pembangunan underpass ataupun fly over untuk trafficcrossing.

"Tidak mungkin ada crossing di jalan Wates-Purworejo itu. Sementara ini juga tidak ada signed atau penanda bahwa pintu masuk ke YIA. Sehingga banyak orang luar daerah yang mengeluhkan hal tersebut," kata dia.

 
Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar