Penjualan bendera menjelang HUT ke-74 RI di Kulon Progo meningkat

id Penjualan bendera,HUT RI,Kulon Progo

Ayi (45) pedagang bendera dadakan di Cianjur, Jawa Barat, menilai penurunan penjualan terjadi setiap tahun akibat persaingan penjualan dengan kavaser dan penjualan online (Ahmad Fikri)

Kulon Progo (ANTARA) - Penjualan bendera menjelang HUT ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia di kota Wates, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengalami kenaikan dengan omzet di atas Rp200 ribu per hari.

Salah satu penjual bendera di Taman Winulang Wates Ishok di Wates, Rabu, mengatakan setiap hari bisa menjual lima bendera dan enam umbul-umbul.

"Omzet penjualan bendera tidak menentu, kadang Rp200 ribu bisa juga sampai Rp300 ribu per hari. Omzet tergantung jumlah yang dijual," kata Ishok.

Ia mengakui permintaan bendera dan umbul-umbul menjelang HUT ke-74 RI pada 2019 ini cukup tinggi. Harga bendera berkisar Rp20 ribu hingga Rp35 ribu per lembar. Kemudian, harga umbul-umbul Rp25 ribu per lembar.

"Harga bisa berkurang kalau belinya minimal empat lembar. Nanti harganya bisa kurang Rp5.000 per," katanya.

Hal yang sama dikatakan pedagang bendera di depan Pegadaian Wates, Zakaria. Permintaan bendara dan umbul-umbul dalam sehari pernah terjual 25 lembar pada awal Agustus. Saat ini, omzet per hari berkisar Rp250 ribu.

"Permintaan cukup tinggi. Semoga sampai 16 Agustus nanti, permintaan tinggi seperti ini," harapnya.

Ia mengatakan pedagang bendara dan umbul-umbul ini berasal dari Kabupaten Garut, Jawa Barat. Jumlah pedagang yang berjualan sekitar 11 orang yang tersebar di seluruh kota Wates.

Ia dan 10 temannya berjualan sejak 21 Juli 2019 hingga 16 Agustus 2019 ini. Setiap tahun, dirinya dan lainnya selalu berjualan bendera dan antribut lainnya di Kota Wates.

"Hasilnya lumayan. Kalau ramai terus seperti ini sangat senang, tidak sia-sia datang dari Garut ke Kulon Progo," katanya.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar