Hendra/Ahsa melenggang menuju final Kejuaraan Dunia

id hendra setiawan, mohammad ahsan,fajar alfian, muhammad rian ardianto,ahsan hendra,fajar rian,kejuaraan dunia bulutangkis

Ganda putra peringkat dua dunia asal Indonesia Mohammad Ahsan (kanan) dan Hendra Setiawan (kiri) usai memenangi semifinal Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis BWF di Basel, Swiss, Sabtu (24/8/2019). (ANTARA/Fitri Supratiwi)

Basel, Swiss (ANTARA) - Pasangan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan memenangi pertarungan antar ganda putra Indonesia melawan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto pada semifinal Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis BWF, Sabtu.

Pada laga empat besar di St. Jakobshalle Basel, Swiss tersebut pasangan unggulan kedua Ahsan/Hendra menang 21-16, 15-21, 21-10.

Fajar/Rian memimpin hingga interval gim pembuka, ketika Hendra maupun Ahsan beberapa kali melakukan kesalahan sendiri.

Namun setelah interval, pasangan peringkat dua dunia Ahsan/Hendra melaju dengan enam poin beruntun untuk memimpin 15-11.

Fajar/Rian tidak menyerah dengan mudah ketika Ahsan/Hendra sudah memimpin 20-13, mereka menambah tiga poin beruntun untuk mengejar, tapi selisihnya sudah terlalu jauh.

Akhirnya ganda putra dua kali juara dunia, Ahsan/Hendra merebut gim pembuka 21-16 dalam 14 menit.

Pola serupa terjadi pada awal gim kedua ketika Fajar/Arian kembali memimpin hingga interval 11-6. Namun kali ini mereka mempertahankan keunggulan mereka hingga akhir.

Ahsan/Hendra yang banyak melakukan kesalahan sendiri, antara lain beberapa kali pengembalian mereka menyangkut di net memberi kemenangan bagi Fajar/Rian.

Dalam pertandingan tanpa didampingi pelatih itu, unggulan keempat Ahsan/Hendra meningkatkan permainan dengan langsung menyerang dari awal. Sejak langsung 4-0, Ahsan/Hendra tidak terkejar lagi. Mereka menutup pertandingan dengan delapan poin beruntun.

"Secara keseluruhan kami tertekan, set pertama sudah unggul 11-9 tapi mereka bisa membalikkan keadaan. Kita banyak melakukan kesalahan juga," ujar Fajar seusai pertandingan.

Menurutnya, Ahsan dan Hendra bermain taktik dengan pukulan yang matang, sehingga tidak perlu banyak bergerak namun pukulannya menyulitkan lawan.

Sementara Ahsan menilah pertarungan perebutan tempat di final Kejuaraan Dunia itu tidak mudah. "Selaian adu teknis, juga adu mental. Sama-sama tidak mau kalah," ujarnya.

Adapun Hendra mengatakan saat kehilangan gim kedua itu, ia dan pasangannya sudah tertekan lebih dulu sehingga diserang terus menerus. "Pada gim ketiga kami berinisiatif untuk menyerang duluan sehingga lebih enak," kata tiga kali juara dunia itu, yakni pada 2007 bersama Markis Kido, serta 2013 dan 2015 bersama Ahsan.

Pada final mereka akan melawan pemenang pertandingan antara pasangan China unggulan kedua Li Jun Hui/Liu Yu Chen dengan pasangan Jepang unggulan 12 Takuro Hoki/Yugo Kobayashi yang berhadapan pada pertandingan terakhir Sabtu.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar