BNNP DIY musnahkan barang bukti sabu-sabu 5.465 gram

id BNNP dIY,sabu,pemusnahan

BNNP DIY musnahkan barang bukti sabu-sabu 5.465 gram

Petugas BNNP DIY menunjukkan barang bukti sabu-sabu saat hendak dimusnahkan di Kantor BNNP DIY, Yogyakarta, Rabu. (FOTO ANTARA/Luqman Hakim)

Yogyakarta (ANTARA) - Badan Narkotika Nasional Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta memusnahkan barang bukti narkotika jenis sabu-sabu seberat 5.465 gram di Yogyakarta, Rabu.

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Daerah Istimewa Yogyakata (DIY) Brigjen Pol Tri Warno Atmojo mengatakan barang bukti yang dimusnahkan merupakan hasil penggagalan penyelundupan narkotika yang hendak dilakukan tersangka FH saat transit di Bandar Udara Adisudtjipto Yogyakarta pada Minggu (29/9).

"Ini dari tersangka (yang ditangkap) di Bandara Adisutjipto saat turun dari pesawat Sriwijaya Air Minggu malam tanggal 29 September pukul 23.00 WIB," kata Tri.

Menurut dia, barang bukti dari kasus percobaan penyelundupan narkotika jenis sabu itu sebelumnya memiliki berat total 5.506 gram yang terbagi dalam delapan paket. Selanjutnya, masing-masing paketnya disisihkan 5 gram untuk barang bukti di pengadilan.

"Jadi mekanismenya memang seperti itu sekarang. Apabila kita menangkap narkotika barang buktinya dihapuskan lebih dulu dan disisihkan untuk pembuiktian di persidangan," kata dia.

Tri mengatakan FH yang diketahui memiliki peran sebagai kurir itu hendak membawa barang haram itu ke Makassar. Berdasarkan pengakuan tersangka, penyelundupan narkotika telah dilakukan tiga kali namun baru sekali transit di Yogyakarta.

"Kami masih kembangkan kasus ini bersama Polda DIY kita kejar bandarnya yang mengurirkan tersangka ini," kata dia.

Akibat perbuatannya, menurut Tri, FH bisa dijerat dengan hukuman kurungan seumur hidup atau maksimal hukuman mati.

Tri mengatakan sejak awal 2019 hingga Oktober telah menangani sebanyak 15 kasus narkotika. Mengacu pada temuan kasus itu, Tri menilai bahwa hingga saat ini Yogyakarta memang masih menjadi pasar bagi pengedar narkoba.

"Saya kira Yogya masih menjadi pasar yang menarik. Untuk itu saya mengimbau semua warga DIY untuk pintar dan menghindari bahaya narkotika," kata dia.

 
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar