Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Yogyakarta tingkatkan literasi melalui "Lestari"

id literasi yogyakarta,baca sambil lesehan,perpustakaan di ruang publik,kegiatan lestari,Lesehan literasi jogja istimewa

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Yogyakarta tingkatkan literasi melalui "Lestari"

Lestari, lesehan literasi Jogja Istimewa membaca sambil lesehan di ruang publik (HO-Perpustakaan Kota Yogyakarta)

Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogyakarta terus melakukan berbagai inovasi untuk meningkatkan literasi masyarakat, salah satunya melalui kegiatan Lesehan Literasi Jogja Istimewa atau Lestari yang dibuka di beberapa ruang publik.



“Kegiatan ini sudah dilakukan sejak dua bulan lalu. Tanggapannya cukup bagus,” kata Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogyakarta Wahyu Hendratmoko di Yogyakarta, Kamis.



Menurut dia, inovasi tersebut lahir untuk memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat dalam memperoleh bahan bacaan dengan lebih mudah, bahkan disediakan layanan wifi gratis. Sejumlah bahan bacaan yang disediakan di antaranya beragam jenis buku hingga majalah terbitan terkini.



“Kami sediakan tikar untuk lesehan. Dengan lesehan akan tercipta suasana yang santai sehingga pembaca pun bisa menikmati bacaan dengan lebih nyaman sekaligus menikmati suasana di sekitarnya,” katanya.



Lestari digelar selama tujuh hari dalam sepekan setiap pukul 18.00 WIB - 21.00 WIB di sejumlah tempat publik seperti sekitar Titik Nol Kilometer yaitu di depan Gedung Agung dan Bapas, Tugu Yogyakarta, ruang publik di RW 1 Gondolayu, di depan Pasar Kotagede dan khusus di depan Masjid Gedhe Kauman digelar tiap Minggu pukul 15.00 sampai 18.00 WIB.



“Lokasi Lestari berganti setiap hari. Sudah ada jadwal yang kami siapkan,” katanya yang menyebut layanan tersebut bisa diakses secara gratis.



Wahyu menambahkan, inovasi Perpustakaan Yogyakarta untuk meningkatkan literasi masyarakat akan terus dilakukan pada tahun depan berupa pembentukan Kampung Baca yag diwujudkan dengan membentuk perpustakaan wilayah.



“Kami akan uji coba di tujuh kampung sebagai ‘pilot project’. Salah satunya di Tegalpanggung yang sudah ditetapkan sebagai Kampung Literasi,” katanya.



Keberadaan Kampung Baca tersebut diharapkan mendukung keberadaan Taman Baca Masyarakat sehingga semakin menumbuhkan budaya baca di tengah masyarakat.



Sebelumnya, Perpustakaan Kota Yogyakarta juga sudah menelurkan sejumlah inovasi untuk memudahkan masyarakat memperoleh bahan bacaan tanpa perlu harus datang ke Perpustakaan Kota Yogyakarta, di antaranya Monika atau layanan mobil internet kelurahan yang dilengkapi buku bacaan serta Puspita atau layanan perpustakaan keliling.

Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar