Yogyakarta mencanangkan "Gebyur" tingkatkan konsumsi buah dan sayur

id konsumsi sayur,dinas pertanian yogyakarta

Yogyakarta mencanangkan "Gebyur" tingkatkan konsumsi buah dan sayur

Pencanangan kampanye Gebyur atau gerakan memasyarakatkan mongonsumsi buah dan sayur di Kota Yogyakarta (ANTARA/Eka Arifa Rusqiyati)

Yogyakarta (ANTARA) - Tingkat konsumsi buah dan sayur yang masih rendah mendorong Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta untuk menggelar kampanye “Gebyur” atau Gerakan Memasyarakatkan Mengonsumsi Buah dan Sayur agar pemenuhan gizi dari buah dan sayur tercapai.

“Rata-rata, konsumsi sayur oleh masyarakat Yogyakarta hanya satu sampai dua porsi per hari. Itu pun dalam porsi kecil. Masih sangat rendah sehingga perlu ditingkatkan,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta Sugeng Darmanto di Yogyakarta, Jumat.

Menurut dia, buah dan sayur adalah bagian dari jenis makanan yang juga harus dipenuhi untuk menjaga keseimbangan asupan gizi selain karbohidrat dan protein yang biasanya hanya dipentingkan oleh masyarakat.



Oleh karena itu, lanjut Sugeng, buah dan sayur juga harus terus diperkenalkan kepada masyarakat, mulai dari anak-anak agar mereka memiliki kebiasaan yang baik untuk memasukkan buah dan sayur dalam menu makanan mereka sehari-hari.

“Dari menu sarapan, makan siang dan makan malam sebaiknya dilengkapi dengan buah dan sayur. Harapannya, kebutuhan gizi mereka pun terpenuhi,” katanya.

Kampung Sayur maupun Lorong Sayur yang tersebar merata di seluruh kelurahan di Kota Yogyakarta diharapkan mampu mendukung kampanye Gebyur sehingga masyarakat bisa memenuhi kebutuhan sayur dan buah dari pekarangan mereka sendiri atau dari lingkungan di sekitar rumah.

“Apalagi, penanaman sayur maupun buah di Kampung Sayur dilakukan secara organik. Sayur yang diperoleh pun lebih sehat karena bebas dari pestisida. Kampung Sayur pun bisa semakin berkembang karena hasil panen dibeli oleh warga sekitar,” katanya.

Berdasarkan hasil riset kesehatan, rata-rata tingkat konsumsi sayur masyarakat Indonesia baru mencapai 33,5 gram per kapita per hari dan tingkat konsumsi buah 57,1 gram per kapita per hari. Padahal, WHO menyebut bahwa konsumsi buah dan sayur setidaknya mencapai 400 gram per kapita per hari yang terdiri dari 150 gram buah dan 250 gram sayur.

Asisten Sekretaris Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Yogyakarta Kadri Renggono mengatakan, asupan gizi yang tidak seimbang akibat kurang mengonsumsi buah dan sayur bisa menyebabkan menurunnya status kesehatan masyarakat, rendahnya kualitas sumber daya manusia serta rendahnya produktivitas warga hingga rendahnya daya saing.

Oleh karena itu, Kadri menyebut, Gebyur bisa menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas kesehatan warga sehingga Indonesia memiliki sumber daya yang berkualitas dan memiliki daya saing yang kuat.

“Ini adalah gerakan yang harus dilakukan dengan sistematis dan terencana oleh seluruh komponen masyarakat, dimulai dari keluarga, sekolah, hingga ke lingkungan kantor,” katanya.

Pencanangan Gebyur diikuti ratusan siswa SD dan SMP di Kota Yogyakarta yang diajak menikmati sajian berupa sup buah dan salad. Peserta juga memperoleh bingkisan berisi sayur, di antaranya tomat, kacang panjang, terung, kembang kol, pokcoy, pare, cabai merah besar, serta gambas atau oyong.
 

Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar