BPS DIY menargetkan 21,17 persen warga ikut sensus penduduk online

id sensus penduduk online,yogyakarta,BPS yogyakarta

BPS DIY menargetkan 21,17 persen warga ikut sensus penduduk online

Petugas mengamati pergerakan sensus penduduk secara online di ruang kendali eksekutif sensus penduduk Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Jakarta, Senin (17/2/2020). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww. (.)

Yogyakarta (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Daerah Istimewa Yogyakarta menargetkan sedikitnya 21,17 persen warga di daerah itu mengikuti Sensus Penduduk Online 2020 yang berlangsung 15 Februari sampai 31 Maret.

"Kalau target sensus penduduk secara umum jelas 100 persen, tapi untuk yang secara online 21,17 persen," kata Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis BPS DIY Mainil Asni di Yogyakarta, Kamis.

Menurut dia, target itu disesuaikan dengan sebaran masyarakat yang telah melek internet serta masih adanya daerah yang tidak terjangkau sinyal internet (blank spot), seperti di Kabupaten Gunung Kidul.

"Masyarakat kita kan tidak semua melek IT. Di Kota Yogyakarta saja kalau tidak salah sekitar 78,79 persen warga mengakses internet. Masih ada Kulon Progo, Gunung Kidul, dan Bantul yang jauh dari pusat kota," kata Asni.

Dengan didukung para petugas mitra mencapai 7.000 orang, menurut dia, BPS DIY juga akan melanjutkan sensus penduduk secara offline atau wawancara langsung pada Juli 2020 sehingga data sensus penduduk mencapai 100 persen.

Berdasarkan data BPS sejak sensus penduduk online dimulai pada 15 Februari, untuk jumlah penduduk DIY yang sudah mengakses sensus online sampai 18 Februari 2020 tercatat sebanyak 14.455 orang atau sebanyak 4.424 keluarga.

Asni menilai selain kemampuan masyarakat mengakses internet, kepedulian atau kesadaran masyarakat sangat mempengaruhi tingkat pengisian data sensus penduduk online secara mandiri.

"Harapan kami, sebagai masyarakat Indonesia pedulilah dengan data kita. Apalagi sekarang sudah dipermudah dengan sensus secara online," kata dia.

Menurut dia, pengisian data sensus penduduk online sangat mudah dengan mengakses laman: https://sensus.bps.go.id. Setelah itu, masyarakat diminta memasukkan nomor induk kependudukan dan nomor kartu keluarga yang pengisiannya bisa dilakukan oleh salah satu anggota keluarga yang tercatat di kartu keluarga."Tidak harus orang tua, anaknya juga bisa," kata dia.

Data yang akan disensus meliputi data pribadi, seperti identitas diri, seperti nama, tempat tanggal lahir, kewarganegaraan, agama, status perkawinan, pendidikan, pekerjaan dan data status tempat tinggal.

Apabila ada masyarakat yang mengalami kesulitan ketika mengisi sensus penduduk online, menurut Asni, dapat menghubungi 0274 4342234 ext 521 (office hours) atau melalui whatsapp (WA) di nomor 0838 6622 2020.
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar