Persaingan seleksi CPNS di Yogyakarta ketat

id Tes CPNS, Yogyakarta,passing grade

Persaingan seleksi CPNS di Yogyakarta ketat

Pemeriksaan terhadap peserta tes CPNS di Kota Yogyakarta sebelum memasuki ruangan untuk ujian seleksi kompetensi dasar (SKD) (Eka AR)

Yogyakarta (ANTARA) -  



Persaingan antarpeserta pada seleksi CPNS formasi 2019 di Kota Yogyakarta dinilai cukup ketat karena hampir seluruh peserta ujian seleksi kompetensi dasar memperoleh nilai di atas "passing grade" yang sudah ditetapkan.



“Dari dua sesi yang sudah dilakukan, hanya ada sekitar 30 sampai 40 peserta per sesi yang nilainya tidak memenuhi 'passing grade'. Jika di setiap sesi diikuti 525 peserta, maka hampir seluruhnya lolos 'passing grade',” kata Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi saat meninjau pelaksanaan SKD CPNS di Yogyakarta, Kamis.



Dengan demikian, lanjut Heroe, persaingan untuk menjadi CPNS di Kota Yogyakarta sangat ketat karena hampir semua peserta seleksi CPNS di Kota Yogyakarta memiliki kualifikasi yang baik. ”Dari hasil ini, siapapun nanti yang akan diterima sebagai CPNS di Kota Yogyakarta pastinya memiliki kualifikasi yang baik. Ini sangat menjanjikan,” katanya.



"Passing grade" yang ditetapkan dalam SKD adalah 271 yang terdiri dari tiga tes kemampuan yaitu tes karakter kepribadian dengan "passing grade" 126, tes intelegensi umum (80), dan tes wawasan kebangsaan (65).



“Dari hasil sementara yang juga bisa dilihat oleh peserta CPNS, ada peserta yang memperoleh nilai cukup tinggi yaitu 400 lebih. Tetapi, harus dilihat juga apakah di setiap tes kemampuan sudah memenuhi 'passing grade' yang ditetapkan atau belum,” katanya.



Dari setiap formasi yang dibuka, kata dia, akan ditetapkan tiga peserta tes yang memperoleh nilai tertinggi dan sudah memenuhi "passing grade" untuk mengikuti seleksi selanjutnya yaitu seleksi kompetensi bidang (SKB).



Pada seleksi CPNS formasi 2019, Pemerintah Kota Yogyakarta memperoleh 419 formasi dengan 3.098 peserta yang bisa mengikuti SKD.



Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Yogyakarta Kris Sardjono Sutedjo mengatakan, pelaksanaan tes CPNS yang digelar di Graha Wana Bakti Yasa Yogyakarta berjalan cukup lancar.



“Tidak ada kendala. Peserta pun tertib dalam mengikuti ujian dan tidak ditemukan hal-hal yang aneh. Peserta juga akan sangat sulit untuk saling mencontek karena soal yang diberikan berbeda-beda,” katanya.



Di lokasi ujian, juga sudah disiapkan tempat antrean khusus untuk peserta penyandang disabilitas dan ibu hamil. Mereka pun dipanggil lebih dulu untuk verifikasi dan masuk ke ruang ujian.



“Sekitar dua per tiga dari total peserta tes CPNS di Kota Yogyakarta adalah perempuan dan ada banyak ibu hamil yang juga mengikuti ujian kali ini sehingga perlu ada fasilitasi khusus. Kami bahkan menyiapkan tempat khusus untuk menyusui. Ada ambulans yang juga disiapkan dan damkar,” katanya.



Dari dua sesi tes yang sudah dilaksanakan, tidak seluruh peserta hadir. Pada sesi satu terdapat 23 peserta yang tidak mengikuti ujian dan pada sesi dua ada 16 peserta yang tidak hadir. “Satu peserta yang tidak mengikuti ujian di sesi satu disebabkan ia mengenakan pakaian tidak sesuai ketentuan yaitu atasan putih dan bawahan hitam. Sudah diminta ganti tetapi tidak kembali,” katanya.



Sementara itu, salah satu peserta ujian Astama Izqi mengatakan, sempat mengalami kendala karena komputer yang digunakannya tidak menampilkan soal usai memasukkan pin soal.



“Langsung diminta pindah ke komputer lain. Sempat khawatir juga, tetapi tetap diusahakan untuk menjawab dengan sebaik-baiknya,” katanya yang mendaftar untuk formasi penyusun peraturan perundang-undangan di Bagian Hukum Pemerintah Kota Yogyakarta.

Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar