53 penerbangan batalkan jadwal dari Bandara YIA

id Bandara Internasional Yogyakarta,angkasa pura I,penerbangan batal

53 penerbangan batalkan jadwal dari Bandara YIA

Direktur Utama AP I Faik Fahmi. (Foto ANTARA/Sutarmi)

Kulon Progo (ANTARA) - Sebanyak 53 penerbangan membatalkan jadwal saat pengoperasian penuh Bandara Internasional Yogyakarta di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Minggu, 29 Maret 2020.

Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi di Kulon Progo, Sabtu, mengatakan rencana awalnya pada pengoperasian secara penuh Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) ada sekitar 168 pergerakan penerbangan baik domestik dan internasional.

"Namun karena ada COVID-19, sebanyak 53 pergerakan penerbangan yang membatalkan jadwal mereka di YIA, maka untuk sementara hanya ada 115 pergerakan," kata Faik saat teleconference dengan awak media, Sabtu.

Faik menyebutkan ketika dalam kondisi normal jumlah penumpang yang datang dan berangkat dari YIA per hari mencapai 18 ribu  artinya 9 ribu datang dan 9 ribu yang berangkat. Namun dalam 3 hari terakhir hanya 7.000-8.000 per hari. Faik menyebutkan yang paling banyak adalah kedatangan, di mana jumlahnya turun drastis.

Ia juga belum dapat memastikan sampai kapan maskapai melakukan pembatalan jadwal penerbangan. Pembatalan penerbangan tersebut tergantung kebijakan masing-masing maskapai.

"Untuk rute internasional sementara masih menghentikan penerbangan. Dua maskapai yang sebelumnya beroperasi di Adisutjipto, SilkAir dan AirAsia sementara menghentikan penerbangan dari 20 Maret 2020 sampai 11 mei 2020," katanya.

Faik menambahkan operasi penuh tetap akan dilaksanakan pada Minggu (29/3). Penerbangan pertama akan dilaksanakan oleh Batik Air dengan tujuan ke Samarinda dan juga ke Jakarta, keduanya akan berangkat 06.00 WIB. Sedangkan untuk kedatangan akan dilaksanakan oleh Lion Air yang sekitar 06.20 WIB dari Bandara Soekarno Hatta Cengkareng.

"Mulai nanti malam, Batik Air akan menginap di YIA dan melakukan penerbangan perdana di YIA pada Minggu (29/3)," katanya.

 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar