Baznas DIY dorong kelompok difabel binaan inovatif dalam usaha

id baznas diy,difabel

Baznas DIY dorong kelompok difabel binaan inovatif dalam usaha

Baznas DIY mengadakan pembinaan untuk kelompok mustahik difabel (HO-Humas Baznas DIY)

Yogyakarta (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Daerah Isimewa Yogyakarta (DIY) mengadakan pembinaan untuk kelompok mustahik difabel guna mendorong kelompok difabel binaan agar terus semangat dan inovatif dalam menekuni usaha.

"Baznas DIY memiliki kelompok mustahik difabel dengan nama kelompok Difabel Karya Mandiri yang berjumlah 15 orang, masing-masing anggota dari  kelompok tersebut telah memiliki usaha mulai dari usaha jualan camilan, madu , telur asin, dan terapis," kata Ketua Baznas DIY Bambang Sutiyoso dalam rilis Minggu.

Menurut dia, pandemi COVID-19 menjadikan penghasilan mereka menurun karena adanya protokol "social distancing". Oleh karena itu, Baznas DIY terus memberikan motivasi dan dukungan modal untuk usaha mereka.

"Kami memotivasi dan mendoronga mereka untuk terus semangat dalam berwirausaha, karena pintu rahmat, pintu rezeki, dan pintu kemudahan jauh lebih terbuka dari hambatan-hambatan yang ada," katanya.

Waka Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas DIY Agus Sunarto mengatakan bahwa membangun sebuah usaha tidak harus dari produksi sendiri tetapi bisa dimulai dengan menjualkan produk orang lain.

"Allah SWT tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya," kata dia.

Waka Bidang SDM, Administrasi dan ITCM Baznas DIY Juni Al-Jundi mengatakan ada 3 M ketika orang harus membangun usaha, yakni motivasi, menemukan dan memulai, dan mengembangkan.

Motivasi orang berusaha karena sebagai Muslim harus berguna untuk diri sendiri dan orang lain, Islam agama yang sangat memperhatikan generasi penerus, jangan lemah agama dan ekonominya.

Menemukan dan memulai sebuah usaha adalah dengan cara "modal" (mengolah otak dengan amat lancar). Artinya memiliki ide untuk bergerak dan berusaha dengan cara terus mencari informasi apa yang sedang tren atau produk apa yang paling laku tetapi sesuai dengan kemampuan yang dimiliki dan terukur.

"Kalau orang lain bisa saya pun bisa, kalau orang lain bisa sukses saya pun bisa sukses, dengan cara 3 N (Niroke, Nemukan, Ngembangke)," katanya.

Mengembangkan usaha bisa dilakukan dengan cara memperbaiki kemasan, label atau merek produk, terus melakukan promosi dan memperluas jaringan karena pada saat ini juga banyak aplikasi yang sangat membantu untuk teman-teman difabel, misalnya dengan mencantumkan lokasi usaha melalui google maps dan medsos.

Pada akhir acara, mereka menerima bantuan modal usaha dari Baznas DIY untuk terus mengembangkan usahanya. Para penerima manfaat Difabel Karya Mandiri mengucapkan terima kasih kepada seluruh muzaki yang telah menunaikan zakatnya melalui Baznas DIY.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar