Pembukaan rute Damri bisa mendongkrak kunjungan wisatawan

id Damri,rute jalur wisata,Dispar Kulon Progo,Kulon Progo

Pembukaan rute Damri bisa mendongkrak kunjungan wisatawan

Rute jalur wisata dari Bandara YIA ke Borobudur. (Foto ANTARA/Sutarmi)

Kulon Progo (ANTARA) - Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, berharap pembukaan rute jalur wisata yang dirintis oleh Perum Damri dapat mendongkrak kunjungan wisata dan usaha jasa pariwisata di kawasan Bukit Menoreh, meliputi Kecamatan/Kapanewon Kokap, Girimulyo, Samigaluh dan Kalibawang.

Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo Joko Mursito di Kulon Progo, Rabu, mengatakan hampir dua bulan ini, Perum Damri membuka rute wisata di kawasan Bukit Menoreh, yakni Bandara Internasional Yogyakarta menuju Borobudur, dan Ina Garuda Malioboro Taman Wisata Gua Kiskendo, dan Nglinggo Tritis.

"Kami berharap dua rute yang dilaksanakan oleh Damri ini dapat membangkitkan pariwisata di kawasan Bukit Menoreh. Saat ini, masih baru sebatas pengenalan, dan promosi sehingga belum berdampak pada peningkatkan jumlah kunjungan wisatawan," kata Joko Mursito.

Ia juga berharap rute wisata yang dirintis oleh Damri ini juga mendorong pelaku jasa pariwisata yang bergerak dalam jasa transportasi di Kulon Progo bergerak dan terlibat dalam mengembangkan rute tersebut. Saat ini, usaha transportasi menuju objek wisata tidak ada, sehingga diharapkan pelaku lokal kembali membangkitkan jasa usaha transportasi menuju objek wisata.

"Saat ini, Damri ini merintis rute jalur wisata, harapannya pengusaha jasa tranportasi lokal ikut berperan aktif terlibat dalam membangkitkan sektor pariwisata," katanya.

Sementara itu, Bupati Kulon Progo Sutedjo mengharapkan rute wisata yang dipelopri Damri ini sangat menentukan geliat perekonomian rakyat dan sangat dipengaruhi oleh kemudahan akses transportasi. Menurutnya, inti dari perekonomian adalah faktor produksi, faktor distribusi, dan konsumsi, sehingga transportasi menjadi bagian dari proses distribusi (distribusi publik) yang menjadi suatu keharusan.

Kulon Progo juga terdapat pengusaha-pengusaha transportasi kecil seperti ketika sedang geliat-geliatnya angkutan desa (Angkudes), tapi ternyata ada dilema dihadapi.

"DAMRI untuk membangun akses trayek transportasi publik, destinasi-destinasi wisata di Kulon Progo juga berkembang pesat ini patut disyukuri. Bahkan banyak destinasi-destinasi wisata itu yang ditemukan, dikembangkan, dan kemudian dikelola oleh masyarakat dari kelompok sadar wisata (Pokdarwis)," ujarnya Joko.
 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar