Satgas Nusantara Polri ajak masyarakat jaga kondusivitas selama pilkada

id Satgas Nusantara

Satgas Nusantara Polri ajak masyarakat jaga kondusivitas selama pilkada

Satgas Nusantara Polri dalam kegiatan Bakti Sosial dan Bakti Kesehatan di Desa Tamantirto, Kasihan, Kabupaten Bantul, DIY (Foto Humas Polres Bantul)

Bantul (ANTARA) - Satuan Tugas Nusantara Kepolisian Republik Indonesia mengajak masyarakat di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menjaga dan menciptakan situasi yang kondusif menjelang pelaksanaan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati atau Pilkada 9 Desember 2020.

"Salah satu dari pada tujuan Subsatgas Kemitraan ini adalah untuk 'colling system' (sistem pendinginan) Pilkada 2020, supaya pelaksananan pilkada itu kondusif," kata Kepala Subsatgas Kemitraan Satgas Nusantara Brigjen Polisi Agus Pranoto saat kegiatan Bakti Sosial dan Bakti Kesehatan di Bantul, Kamis.

Menurut dia, dengan situasi yang kondusif, maka pelaksanaan setiap tahapan hingga proses pemungutan suara tidak ada hal-hal atau gesekan antar-kontestan, apalagi tahapan sudah berjalan dan tinggal menunggu kurang lebih dua minggu untuk pemungutan suara 9 Desember 2020.

Dia juga mengatakan, dengan situasi yang kondusif, tentunya setiap tahapan dapat berjalan lancar dan bisa dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan virus corona atau COVID-19.

"Kita harapkan pada 9 Desember nanti pilkada di Bantul ini dapat berlangsung dengan aman, lancar dan kondusif dengan menerapkan protokol-protokol kesehatan," katanya.

Oleh sebab itu, Satgas Nusantara Polri juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan melaksanakan protokol kesehatan dalam setiap aktifitas.

"Kalau kita melaksanakan protokol kesehatan, Insyaallah kita bisa memutus mata rantai penyebaran COVID-19, kedua kami harapkan pelaksanaan pilkada di Bantul bisa berjalan dengan lancar dan kondusif," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul Helmi Jamharis mengharapkan partisipasi masyarakat dalam Pilkada Bantul atau pemilih yang datang ke tempat pemungutan suara (TPS) nanti bisa mencapai 87 persen.

"Kalau tingkat kehadiran tentunya kita harapkan 87 persen bisa hadir di TPS, kan pemilihan baik bupati maupun yang lain itu arahnya pencapaian sisi kualitatif dan kuantitatif, secara kuantitatif tentu sebanyak-banyaknya, targetnya 87 persen," katanya.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar