ROAR mengkampanyekan penggunaan masker bertajuk Maskermu Harimaumu!

id roar

ROAR mengkampanyekan penggunaan masker bertajuk Maskermu Harimaumu!

Project Director ROAR Ari Wulu (kiri) (HO-Istimewa)

Yogyakarta (ANTARA) - ROAR mengkampanyekan penggunaan masker di masa pandemi COVID-19 melalui jejaring daring bertajuk Maskermu Harimaumu! untuk menekan penyebaran virus corona.

"Pada 2020 ini kami lebih memilih menunda segala rencana yang sebenarnya sudah tersusun rapi sejak awal tahun. Menunda adalah keputusan yang terbaik untuk semua, tetapi ROAR bukanlah diam," kata Project Director ROAR Ari Wulu di Yogyakarta, Senin.

Tepat setahun yang lalu, kata dia, ROARGAMA 4.0 menjadi momentum awal dalam menempatkan seni dan budaya Indonesia di dunia internasional. Budaya bangsa semakin diperkaya dengan membuka diri dan menjadi upaya memperoleh kesempatan untuk berada di depan.

Tahun ini, ROAR memutuskan untuk menunda gempitanya. Rencana-rencana yang sudah tersusun rapi akhirnya disimpan. Segala kerja keras yang sudah dilakukan menjadi pembelajaran. 

Sekarang ini semua orang harus menahan diri, seperti halnya sedang berpuasa. Hasrat dan gairah yang meluap harus dibendung dengan dinding kesabaran yang luar biasa. Semua mengalaminya.

"Pun begitu dengan mulut kita. Siapa yang menyangka, mulut, bagian tubuh yang paling sulit untuk kita jaga ini, harus kita jaga lebih ketat lagi. Melalui mulut, dapat tersebar virus yang bisa membahayakan kita semua, secara harafiah. Lalu kita tutupi mulut dan sebagian wajah dengan masker, demi kesehatan," katanya.

Ia mengatakan hal ini bukan tentang membungkam hak atau ekspresi, tetapi tentang bagaimana melindungi orang lain dan diri sendiri. Dengan memakai masker, orang bisa mengekspresikan kepedulian terhadap sesama.

"Kita, hari ini, sedang menciptakan budaya baru di tengah era arus informasi yang sedemikian kencang. Masker menjadi bagian dari busana kita hari ini. Dengan memakai masker, kita memperkecil kemungkinan penyebaran virus," katanya.

Menurut dia, masker menjadi "fashion statement" untuk menyatakan kepedulian terhadap orang lain. Ajining raga saka busana, ajining diri saka lathi lan budi.

"Dalam falsafah Jawa itu kita diajarkan untuk menjaga kehormatan kita secara lahir batin. Dengan memakai masker, kita jaga mulut kita, kita jaga kehormatan kita," kata Ari Wulu.

Ia menjelaskan, Maskermu Harimaumu! adalah ajakan ROAR untuk memakai masker di masa pandemi ini supaya tetap sehat. Kampanye memakai masker ini juga merupakan pernyataan bahwa ROAR akan hadir kembali pada 2021. 

ROAR menunjukkan bahwa di saat yang sulit ini, berhenti sejenak lalu berusaha untuk terus bergerak menjadi pilihan.

"ROAR ingin meninggalkan 2020 dengan jejak kultural dan artistik, yakni membuat gerakan sosial Maskermu Harimaumu! dengan melibatkan para tokoh dan seniman sambil pamitan untuk absen pamit pada tahun ini, serta berpesan 'Sampai Jumpa di ROAR 2021'," kata Ari Wulu.

Pemerhati budaya Najib Azca mengatakan ROAR menjadi salah satu tonggak penanda kolaborasi luar biasa musik dan seni kreatif lainnya dalam satu panggung.

"Namun, tahun ini kita harus menahan diri. Sekarang kita pakai masker dulu biar tahun depan bisa sehat dan nonton ROAR lagi," kata Najib. 

Maskermu Harimaumu! dimulai dengan peluncuran masker plus jingle ROAR, diikuti video pendek para tokoh dan seniman terus menerus hingga akhir tahun. Video pendek dikemas unik dan atraktif. 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar