Dinkes Bantul upayakan vaksinasi COVID-19 tenaga kesehatan segera selesai

id Jubir COVID-19,Bantul

Dinkes Bantul upayakan vaksinasi COVID-19 tenaga kesehatan segera selesai

Vaksin COVID-19 tiba di Dinkes Bantul, DIY beberapa waktu lalu (Foto ANTARA/Hery Sidik)

Bantul (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengupayakan pelaksanaan vaksinasi COVID-19 bagi tenaga kesehatan di daerah itu dapat segera  diselesaikan pada pekan ini untuk kemudian dilanjutkan vaksinasi tahap kedua bagi petugas pelayanan publik.

"Stoknya (vaksin) sudah ada tinggal pelaksanaan yang tahap keduanya, jadi setelah tenaga kesehatan selesai, baru tahap kedua yang pelayan publik, vaksinasi tenaga kesehatan, minggu ini harusnya sudah selesai," kata Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Bantul Sri Wahyu Joko Santosa di Bantul, Rabu.

Menurut dia, dalam pelaksanaan vaksinasi ada kebijakan apabila penerima vaksin Sinovac tidak datang ketika dipanggil untuk diberi suntikan, maka yang bersangkutan diabaikan begitu saja, termasuk bagi tenaga kesehatan yang tidak lolos atau tidak terpenuhi kriteria dari bebas penyakit tertentu.

"Kalau dipanggil tidak datang, lewat, masa nunggu terus. Jadi yang sudah masuk di dalam daftar sistem informasi sumber daya kesehatan itu yang berhak menerima vaksin, kalau dipanggil tidak datang, kami tinggal," katanya.

Sri Wahyu yang juga Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinkes Bantul mengatakan, kalau sasaran tidak lolos atau tidak memenuhi kriteria, karena misalnya punya penyakit yang kontra indikasi tidak akan diberi vaksin, karena justru berbahaya.

"Kalau dia ada kontra indikasi penyakit tidak bisa divaksin, untuk mandiri pun tidak bisa, dan mandiri itu kalau pemerintah membuka, namun pemerintah sampai saat ini belum membuka untuk mandiri. Dan nanti dia akan mendapatkan vaksin sebagai orang umum, bukan sebagai tenaga kesehatan," katanya.

Dia mengatakan, Vaksin Sinovac yang sudah diterima Bantul dari pemerintah pusat untuk pelaksanaan vaksinasi COVID-19 tahap dua pelayan publik baru sekitar 2.000 sasaran dari sekitar 28.000 dosis yang diajukan, sisanya atau kekurangannya akan didistribusikan secara bertahap.

"Jadi bertahap, tidak tahu per kapan, distribusi yang mengatur pusat, dan pasti itu akan berlanjut. Sementara ini (vaksin) masih dari pabrik yang sama, cuma beda kemasan, kalau dulu satu orang satu kemasan, sekarang ini multi, satu kemasan bisa dipakai 10 orang," katanya.
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar