Malaysia catat kematian harian tertinggi COVID-19

id Malaysia,Covid-19

Malaysia catat kematian harian tertinggi COVID-19

Umat Muslim melakukan ibadah salat Idul Fitri di luar Mesjid Nasional yang ditutup, memperingati berakhirnya bulan suci puasa Ramadhan, di tengah penyakit virus kcrona (COVID-19) di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (13/5/2021). (ANTARA FOTO/REUTERS/Lim Huey Teng/hp/cfo)

Hingga saat ini jumlah kumulatif kasus kematian akibat COVID-19 ialah 1.866 kasus.
Kuala Lumpur (ANTARA) - Kementerian Kesehatan Malaysia (KKM) melaporkan 44 kasus kematian pada Sabtu (15/5) yang terdiri dari 43 warga negara Malaysia dan seorang bukan warganegara yang merupakan kematian tertinggi sejak pandemik COVID-19 melanda negara tersebut.

"Hingga saat ini jumlah kumulatif kasus kematian akibat COVID-19 ialah 1.866 kasus," kata Dirjen Kesehatan KKM, Tan Sri Dr Noor Hisham Abdullah dalam laporan harian di Kuala Lumpur, Sabtu.

Dia mengatakan kasus baru COVID-19 dalam tempo 24 jam menunjukkan sedikit peningkatan yaitu sebanyak 4.140 kasus dicatatkan pada Sabtu (15/5) dibandingkan 4.113 kasus semalam yang menjadikan jumlah kasus positif keseluruhan 466.330.

Baca juga: Pasien positif COVID-19 DIY bertambah 97 orang

Negara Bagian Selangor tetap mencatatkan jumlah kasus harian tertinggi dengan 1.507 kasus, diikuti Johor (433) dan Kuala Lumpur (398).

Pulau Pinang mencatatkan sebanyak 338 kasus diikuti Sarawak (324), Kedah (239), Negeri Sembilan (190), Perak (182), Terengganu (119), Pahang (116), Melaka (97), Sabah (60), Putrajaya (23), Labuan (tiga) dan Perlis (dua).

"Jumlah kasus sembuh yang dicatatkan hari ini ialah 3.432 dan sebanyak 503 pasien dirawat di ICU dengan 272 daripada mereka memerlukan alat bantuan pernafasan," katanya.

Noor Hisham mengatakan kasus aktif COVID-19 di seluruh negara kini berjumlah 42.135.

"Sebanyak 15 klaster baru dilaporkan hari ini termasuk delapan klaster di tempat kerja, keagamaan (empat), pendidikan (dua) dan kelompok berisiko tinggi (satu)," katanya.

 
Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar