DIY mendorong pengelola desa wisata penuhi standar sertifikat CHSE

id Pinus Mangunan,bantul, pariwisata bantul

DIY mendorong pengelola desa wisata penuhi standar sertifikat CHSE

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, Kepala Badan Promosi Pariwisata Daerah DIY GKR Bendoro, dan Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto Heru Prabowo di kawasan wisata Pinus Sari Mangunan, Kabupaten Bantul, DIY. (Foto ANTARA/HO/Humas Pemkab Bantul)

Bantul (ANTARA) - Badan Promosi Pariwisata Daerah, Daerah Istimewa Yogyakarta mendorong pengelola desa wisata daerah itu dapat memenuhi standar untuk mendapat sertifikat CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainnable) guna memberikan jaminan kenyamanan terhadap wisatawan.

"Menyambut bangkitnya pariwisata dan ekonomi kreatif di masa pandemi ini, peran sertifikat CHSE menjadi semakin penting bagi pelaku usaha wisata guna membangun rasa aman bagi calon wisatawan," kata Kepala Badan Promosi Pariwisata Daerah DIY GKR Bendoro pada acara talk show "Gerakan Wisata Sehat" di Pinus Sari Mangunan, Kabupaten Bantul, Rabu.



Menurut dia, perlunya sertifikasi CHSE dari Kemenparekraf bagi pelaku wisata, karena hasil survei yang dilakukan lembaganya menyebutkan 80 persen lebih responden setuju memilih wisata berbasis desa atau desa wisata pada masa pandemi COVID-19 karena dinilai relatif aman.

Dia mengatakan kawasan hutan Pinus Sari yang berada di Desa Wisata Mangunan Bantul ini sebagai salah satu destinasi wisata di Bantul yang ditunjuk pemerintah pusat untuk uji coba pembukaan operasional pada masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 3.

"Harapannya Pinus Sari Mangunan ini dapat menerapkan hal-hal sesuai standar CHSE, dan terus menjaganya dengan baik. Karena akan berimbas pada lokasi-lokasi wisata yang lainnya di Kabupaten Bantul dan seluruh DIY," katanya.

GKR Bendoro mengatakan untuk mendapat sertifikat CHSE, pengelola destinasi wisata bisa mengakses melalui laman chse.kemenperakraf. go.id, selanjutnya akan diverifikasi tim sebelum layak menerima sertifikat.



Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto Heru Prabowo mengatakan selama uji coba pembukaan wisata di masa PPKM, pengunjung wajib melakukan proses scan barcode melalui aplikasi PeduliLindungi sebelum masuk kawasan wisata, yang di dalamnya harus sudah vaksin.

"Saya mengharapkan selama uji coba pembukaan destinasi wisata ini, wisatawan harus benar-benar mematuhi protokol kesehatan, sehingga tidak muncul klaster penularan baru di tempat wisata," katanya.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2021