Profesi pustakawan di era digital masih relevan

id pustakawan,profesi pustakawan,perpustakaan

Profesi pustakawan di era digital masih relevan

Ilustrasi - Pustakawan membersihkan debu yang menempel pada buku di Perpustakaan Umum Trunojoyo, Malang, Jawa Timur, Senin (30/8/2021). (ANTARA/Ari Bowo Sucipto)

Jakarta (ANTARA) - Presiden Ikatan Sarjana Ilmu Perpustakaan dan Informasi Indonesia (ISIPII) Farli Elnumeri memandang bahwa pustakawan tetap memiliki relevansi di era digital mengingat profesi tersebut masih terkait dengan pengelolaan pengetahuan yang dihasilkan manusia.

Dia mengatakan para pustakawan selalu bertransformasi dan tetap mengikuti perkembangan teknologi. Pustakawan juga telah dididik untuk mengelola data, informasi, serta pengetahuan terlepas dari apapun bentuknya.

"Pada dasarnya, pustakawan adalah pengelola informasi, pengelola data dan pengetahuan. Jadi selama manusia menghasilkan data, menghasilkan informasi, menghasilkan pengetahuan, selama itu pula dibutuhkan pustakawan apapun bentuk model perpustakaannya," kata Farli saat dihubungi ANTARA, Senin.

Baca juga: Askrindo menyerahkan becak pustaka bertenaga listrik di Yogyakarta
Baca juga: BI Corner kedua buka di Pevita Yogyakarta


Farli menambahkan bahwa para pustakawan, dalam hal ini ISIPII, turut aktif berkontribusi dalam upaya penguatan literasi digital di masyarakat. Melalui jejaring perpustakaan yang tersebar di berbagai wilayah, pustakawan juga aktif melakukan penyiapan modul maupun pelatihan literasi informasi dan literasi digital kepada para siswa dan mahasiswa.

Dalam rangka meningkatkan profesionalisme pustakawan di Indonesia, terutama dalam era digital, Farli mengatakan organisasi kepustakawanan maupun lembaga sertifikasi profesi senantiasa mendorong pustakawan yang berasal dari lulusan ilmu perpustakaan untuk memperbarui kompetensinya setiap tiga tahun sekali melalui sertifikasi.

Di samping itu, imbuh dia, organisasi kepustakawanan juga senantiasa melakukan pendampingan dalam penguatan kompetensi kepada para tenaga perpustakaan yang memang belum memiliki latar belakang disiplin ilmu perpustakaan.

Farli memperkirakan program studi sarjana ilmu perpustakaan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia mencetak sebanyak lebih dari lima ribu lulusan, termasuk lulusan yang berasal dari Universitas Terbuka.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Profesi pustakawan dinilai tetap relevan di era digital
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2024