Tebar kebahagiaan, UMY bagikan 5.000 takjil untuk mahasiswa selama Ramadhan

id umy,takjil,ramadhan

Tebar kebahagiaan, UMY bagikan 5.000 takjil untuk mahasiswa selama Ramadhan

Suasana bagi takjil gratis untuk mahasiswa UMY pada bulan Ramadhan 1445 Hijriah, Senin (11/3/2024) (ANTARA/HO-Humas UMY)

Yogyakarta (ANTARA) - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali menebar kebahagiaan dengan membagikan 5.000 takjil per hari untuk mahasiswa selama bulan Ramadhan 1445 Hijriah.

Pembagian takjil dilakukan secara drive thru di selasar gedung AR Fakhruddin A, Kampus terpadu UMY dan di Masjid KH Ahmad Dahlan UMY, Senin.  

Rektor UMY Prof Dr Gunawan Budiyanto mengatakan akan membagikan 5.000 paket takjil setiap harinya kepada mahasiswa selama bulan Ramadhan 1445 Hijriah..  

"Hari ini UMY membagikan 4.500 takjil untuk mahasiswa, karena hari ini hari libur. Tapi mulai besok, kami akan membagikan 5.000 takjil setiap hari. Sebanyak 3.500 takjil untuk drive thru dan 1.500 takjil untuk di masjid kampus," kata Gunawan, Senin.

Syarat pengambilan takjil pun terbilang mudah, cukup menunjukkan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) atau Kartu Rencana Studi (KRS), menggunakan helm, menutup aurat, tidak berbonceng tiga, tidak berbonceng dengan lawan jenis, dan mengikuti kajian bagi yang akan mengambil takjil di Masjid KH Ahmad Dahlan UMY.  

Gunawan juga mengungkapkan bahwa kegiatan pembagian takjil ini merupakan kegiatan dari UMY mengabdi yang diadakan setiap bulan Ramadhan dan juga merupakan kelanjutan dari program pandemi COVID-19.   

"Pada prinsipnya pembagian takjil ini merupakan kelanjutan dari program pandemi COVID-19 tahun 2020 yang pada saat itu kegiatan sosial masyarakat dibatasi, tetapi karena mahasiswa minta terus, akhirnya kami lanjutkan,"  ujarnya. 

Di sisi lain, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMY Dr H Agung Danarto mengatakan bahwa UMY sebagai kampus dengan tagline Unggul dan Islami terus mendorong dan menggembirakan civitas akademikanya untuk menjadi pribadi Muslim yang islami, termasuk dengan menggembirakan datangnya bulan suci Ramadhan 1445 H.

Menurut dia, sudah menjadi tradisi UMY sejak datangnya COVID-19 untuk membagikan  takjil kepada mahasiswa. 

"Sudah menjadi bagian dari tradisi UMY sejak COVID-19, setiap Ramadhan senantiasa menyiapkan takjil untuk para mahasiswa dalam rangka untuk menggembirakan agar semua merasa bergembira, semua merasa senang dalam melaksanakan bulan Ramadhan," ujar Agung. 

Agung juga mengemukakan bahwa selain kegiatan pembagian takjil, UMY juga menyelenggarakan berbagai kegiatan lainnya, di antaranya tadarus bersama, tarawih Ramadhan, iktikaf pada 10 hari terakhir Ramadhan, dan beberapa kegiatan lainnya. 

"Semuanya tentu dalam rangka menggembirakan dan mensyiarkan bulan Ramadhan 1445 H. Atas nama Pembina UMY kami mengapresiasi yang setinggi-tingginya atas inisiatif Pak Rektor, Wakil Rektor, LPPI, segenap relawan, dan antusiasme mahasiswa dalam rangka menyambut seluruh aktifitas bulan Ramadhan ini," katanya.  
 
Sementara itu, Luthfi Fahmi Umar, salah satu mahasiswa Ilmu Pemerintahan angkatan 2020 mengungkapkan rasa bahagianya kembali mendapatkan takjil gratis dari UMY selama 3 tahun berturut-turut.

Menurut dia, dengan adanya takjil dari UMY tersebut dapat mengurangi pengeluarannya sebagai anak kost. 

"Ini tahun ke-3 saya ambil takjil di UMY. Senang sekali karena kita anak kost kan justru banyak pengeluaran pada bulan Ramadhan. Nah dengan adanya pembagian takjil gratis di UMY ini otomatis mengurangi pengeluaran pada bulan Ramadhan, dan menunya enak-enak terus setiap hari," ungkapnya. 

Selain itu, dia mengatakan, dengan mengambil takjil di UMY dapat memperkuat persaudaraan dan menambah teman. Dia pun berharap UMY terus mempertahankan tradisi berbagi takjil untuk tahun-tahun berikutnya.

Ia mengatakan bahwa awalnya tidak saling mengenal, tapi di dalam antrean itu bisa jadi saling mengenal. Lalu di masjid kampus, yang biasanya tidak pernah ke masjid atau kurang tertarik dengan masjid, pada momen Ramadhan ini, mau tidak mau jadi rajin  ke masjid kampus.

"Saya kira ini salah satu bentuk dari dakwah Muhammadiyah juga yang bisa diterapkan ke generasi Z saat ini. Semoga ke depan UMY tetap mempertahankan bagi-bagi takjilnya, dan ditambah kuota takjilnya supaya tidak ada yang merasa tidak kebagian," ujarnya.