Presiden dijadwalkan kunjungi korban gempa di Aceh

id gempa aceh

Korban gempa di Benermeriah, Aceh Tengah (antaranews.com)

Banda Aceh (Antara Jogja) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan mengunjungi korban gempa di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah, Provinsi Aceh.

Gubernur Aceh Zaini Abdullah di Banda Aceh, Minggu, mengatakan kedatangan Presiden dijadwalkan pada Selasa (9/7) mendatang dengan didampingi Ibu Negara Ani Yuhoyono dan sejumlah menteri.

"Berdasarkan jadwal yang kami terima, pesawat yang ditumpangi Presiden mendarat di Bandara Malikul Saleh, Lhokseumawe, sekitar pukul 08.45 WIB," kata Gubernur Aceh.

Sebelum melanjutkan perjalanan ke wilayah bencana, lanjut dia, Presiden diagendakan mendengarkan presentasi perkembangan penanganan bencana Aceh Tengah dan Bener Meriah di ruang VIP Bandara Malikul Saleh.

Setelah itu, kata dia, Presiden dan rombongan akan terbang dengan tiga helikopter dan mendarat di lapangan terbang Rembele, Kabupaten Bener Meriah.

"Dari Rembele, Presiden mengunjungi sejumlah titik di daerah bencana. Namun, kami belum mengetahui secara detail titik mana saja yang akan dikunjungi," kata dia.

Gubernur mengatakan dirinya sudah menginstruksikan Biro Umum Sekretariat Daerah Aceh berkoordinasi dengan protokoler kepresidenan terkait dengan kunjungan Presiden ke Aceh Tengah dan Bener Meriah.

"Saya juga sudah menginstruksikan kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh atau SKPA berada di titik kunjungan guna memberi penjelasan jika Presiden membutuhkan informasi penangan pascabencana," katanya.

Selain itu, Gubernur Aceh menyatakan apresiasinya kepada pemerintah pusat yang begitu cepat merespons terjadinya bencana di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah.

"Pemerintah Aceh berterima kasih atas reaksi pemerintah pusat yang begitu cepat mengirim bantuan ke daerah bencana. Termasuk kunjungan sejumlah menteri sehari setelah bencana terjadi. Kami juga berterima kasih kepada Pangdam Iskandar Muda dan Kapolda Aceh beserta jajarannya yang langsung ke lokasi bencana membantu para korban," kata Gubernur.

Gempa 6,2 skala richter yang terjadi di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah pada 2 Juli 2013 menyebabkan 40 warga menjadi korban meninggal dunia.

Sebanyak 12 orang masih dinyatakan hilang, 150 korban menjalani rawat inap karena luka serius, lebih 2.312 orang harus dirawat jalan yang ditangani di posko kesehatan terdekat. Sedangkan, rumah rusak berat mencapai 2.432 unit, rusak ringan 3.380 unit.

Fasilitas kesehatan yang rusak di antaranya RSUD Datu Beru, Takengon, Aceh Tengah, puskesmas satu unit, puskesmas pembantu dua unit, polindes satu unit.  Masjid dan musala  rusak berat empat unit, rusak ringan 25 unit. Serta tiga sekolah dan satu unit kantor desa rusak berat.

(KR.HSA)
Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar