Ekonom: Indonesia jangan terlalu bergantung dana asing

id dana asing

Sri Adiningsih (Foto Istimewa)

Jogja (Antara Jogja) - Indonesia sebaiknya jangan terlalu bergantung dengan aliran dana asing agar potensi volatilitas rupiah tidak terlalu tinggi, kata ekonom Universitas Gadjah Mada Sri Adiningsih.

"Dengan ketergantungan itu mengakibatkan sistem keuangan Indonesia memiliki potensi volatilitas yang tinggi," kata dia di Yogyakarta, Jumat.

Dengan ketergantungan itu, menurut dia, jika ekonomi internasional sedikit mengalami goncangan akan mudah memengaruhi sistem keuangan Indonesia, terutama di pasar valas dan IHSG.

Sri mengakui Indonesia selama ini sudah terlalu bergantung pada portofolio, serta utang asing jangka pendek dengan jumlah yang cukup besar.

"Pelaku pasar modal aktor utamanya kini sudah bukan investor Indonesia. Surat berharga juga sepertiganya sudah diserap asing," kata dia.

Agar mampu terhindar dari ketergantungan asing dan memulai kebijakan ekonomi yang lebih mandiri, menurut dia, pemerintah saat ini perlu memprioritaskan upaya penghapusan utang luar negeri.

Selain itu, lanjut dia, kontribusi pemodal domestik juga perlu lebih dioptimalkan dari pada pemodal asing agar pasar modal Indondesia lebih memiliki daya tahan ketika menghadapi situasi krisis.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) UGM Yogyakarta, Erwan Agus Purwanto mengatakan pemerintah dapat mengarahkan agar masuknya investasi asing hanya terfokus pada sektor produksi berteknologi tinggi. Sementara untuk produksi berteknologi menengah dapat diserahkan kepada investor dalam negeri.

"Mestinya yang bisa digarap bangsa sendiri tidak perlu melibatkan asing, seperti eksploitasi batu bara yang tidak memerlukan teknologi rumit," kata dia.

(L007)
Pewarta :
Editor: Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar