20 mahasiswa Korsel ikuti "KSP" di UKDW

id ukdw

Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta (Foto students.ukdw.ac.id)

Yogyakarta (Antara Jogja) - Sebanyak 20 mahasiswa dan pemuda Korea Selatan mengikuti "Korean Summer Program" di Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta selama 21 hari, sejak 30 Juni hingga 20 Juli 2016.
     "Selama 21 hari mereka tinggal di Yogyakarta untuk mempelajari budaya Indonesia dan mengenalkan budaya Korea," kata Kepala Kantor Kerja Sama Internasional Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Arida Susyetina.
     Di sela penyelenggaraan "Korean Summer Festival" sebagai puncak acara "Korean Summer Program" (KSP), Arida mengatakan UKDW dipercaya menjadi tuan rumah dan menyusun program bagi para mahasiswa Korsel yang diprakarsai oleh The Pacific Asia Society.
     The Pacific Asia Society merupakan sebuah lembaga nirlaba yang beranggotakan mahasiswa dan pemuda di Korea.
     "Kami patut berbangga karena The Pacific Asia Society hanya menunjuk tiga perguruan tinggi di Indonesia untuk menjadi tuan rumah program mereka. Mereka menunjuk UKDW sebagai tuan rumah KSP, sedangkan UI dan UGM sebagai tuan rumah 'Korean Winter Program," katanya.
     Menurut dia, kedatangan mahasiswa Korsel itu akan memperluas pergaulan internasional bagi mahasiswa UKDW yang terlibat.
     "Meskipun demikian, bukan hanya mahasiswa UKDW yang bisa mengambil keuntungan dari program tersebut karena sebagai tuan rumah UKDW juga melibatkan mahasiswa dari perguruan tinggi lain di Yogyakarta, bahkan beberapa di antaranya pelajar SMA," kata Arida.
     Kepala Admisi UKDW Hangudi Widya Hutama menambahkan selama tinggal di Yogyakarta, para mahasiswa Korsel itu mengikuti "cultural trip" ke Candi Borobudur, Candi Prambanan, hutan pinus, dan kebun buah Mangunan.
     "Mereka juga wajib menjalani bakti sosial. Kali ini mereka mengikuti pembangunan rumah layak huni di sekitar tempat mereka tinggal, di Kampung Samirono Kota Yogyakarta," katanya.
     Menurut dia, para mahasiswa Korsel itu juga wajib mengikuti kelas bahasa dan budaya Indonesia serta wajib membuka kelas bahasa dan budaya Korea.
     "Melalui program itu pertukaran budaya dua negara, Indonesia dan Korea, terjalin. Program itu juga memperluas pergaulan internasional bagi mahasiswa Korea maupun Indonesia yang terlibat," kata Widya.

(B015)
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar