Rektor: revolusi industri 4.0 pengaruhi pendidikan tinggi

id ukdw

Ilustrasi wisuda sarjana dan pascasarjana UKDW (Istimewa)

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Revolusi industri 4.0 mempengaruhi pendidikan tinggi karena berdampak pada metode pembelajaran, inovasi teknologi edukasi hingga prospek lulusan dalam memasuki dunia kerja yang cepat berubah kebutuhan dan tantangannya, kata Rektor Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta Henry Feriadi.
   
 "Sebenarnya revolusi industri 4.0 yang bertumpu pada 'cyber physical system' lebih berdampak langsung pada bidang industri, bisnis usaha, dan ekonomi, namun karena sedemikian masifnya perubahan itu juga telah mempengaruhi pendidikan tinggi," katanya pada upacara wisuda sarjana dan pascasarjana Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) periode Juli 2018 di Yogyakarta, Sabtu.
     
Henry berharap setiap lulusan dari kampus UKDW mampu menemukan dan mengembangkan potensi diri seutuhnya serta mengalami transformasi hidup menjadi pribadi yang unggul dan terpercaya, yang mampu menghadapi dunia yang demikian cepat berubah dan makin berat tantangannya.
     
Ia mengatakan, sesudah menyelesaikan masa pendidikan di UKDW, para wisudawan diharapkan mau untuk terus mengembangkan diri baik spiritualitas, karakter, kepribadian maupun sikap secara positif dan mengaplikasikan kemampuan yang dimilikinya dalam berbagai bidang pekerjaan yang akan ditekuninya.
     
"Beberapa lembar ijazah, transkrip akademik, dan sertifikat pendamping ijazah tidaklah otomatis menjamin diperolehnya pekerjaan yang diinginkan apalagi mendapatkan kesuksesan dalam waktu singkat," kata Henry.
     
Pada wisuda sarjana dan pascasarjana periode Juli 2018, UKDW mewisuda sebanyak 176 lulusan yang terdiri atas 161 lulusan  program sarjana (S-1) dan 15 lulusan program pascasarjana (S-2 dan S-3).
     
Dalam wisuda tersebut ada enam lulusan program sarjana dengan predikat wisudawan terbaik yaitu Dorti Lusiana Ariani Tampubolon dari Program Studi Manajemen dengan IPK 3,90, Rachel Angella Pelle dari Program Studi Akuntansi dengan IPK 3,95, Tifan Adi Kuasa dari Program Studi Arsitektur dengan IPK 3,83,
     
Selanjutnya Leonardo Sendy Dwi Atmoko dari Program Studi Informatika dengan IPK 3,78, Azhalia Amesa dari Program Studi Sistem Informasi dengan IPK 3,96, dan Claudia Paramitha Putri Kristianto dari Program Studi Bioteknologi dengan IPK 3,96.
 
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar