UKDW-KCC Sejong menggelar pertunjukan teater klasik Korea

id ukdw

Universitas Kristen Duta Wacana (Foto students.ukdw.ac.id)

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta bekerja sama dengan Korean Cultural Center (KCC) Sejong menggelar pertunjukan teater klasik Korea dengan cerita "Cinta Pung Dong" di Auditorium Koinonia UKDW, Jumat.

"Pertunjukan yang dimainkan oleh Tim Teater Goryeonggun dan disutradari Kim Tae-Seok itu dalam rangka memperkenalkan kebudayaan Korea," kata Kepala Biro Kerja Sama dan Relasi Publik UKDW Arida Susyetina.

Tim Teater Goryeonggun, menurut dia, merupakan sebuah tim teater klasik Korea yang berasal dari Kabupaten Goryeonggun, Provinsi Gyeongsangnamdo, Korea Selatan (Korsel). Kabupaten tersebut terkenal sebagai kota sejarah Kerajaan Gaya Agung.

Ia mengemukakan, cerita "Cinta Pung Dong" merupakan pertunjukan tradisional Korea yang menampilkan berbagai lagu rakyat, tarian, dan musik yang biasanya ditampilkan di alun-alun. Penonton diajak untuk menikmati seni rakyat tradisional Korea itu.

"Pertunjukan itu menampilkan aksi yang memaksimalkan gerak dan meminimalkan dialog sehingga memudahkan orang asing yang tidak tahu bahasa Korea untuk memahami dan menikmati isi pertunjukan," katanya.

Pada kesempatan itu, UKDW juga memperkenalkan Pusat Budaya dan Bahasa Korea sebagai tindak lanjut dari kerja sama UKDW dengan KCC Sejong yang telah dituangkan dalam MoU dan ditandatangani pada 6 April 2018.

"KCC Sejong merupakan sebuah yayasan yang didirikan di Yogyakarta pada tahun 2008 untuk mengembangkan hubungan dan pertukaran budaya antara Korea dengan Indonesia," kata Arida.

Menurut dia, Pusat Budaya dan Bahasa Korea itu akan menjalankan kegiatan pengenalan budaya Korea dan memberikan program beasiswa untuk anak-anak sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).

"Selain itu juga akan melayani kursus bahasa Korea yang terbagi dalam kelas umum, privat, anak-anak, kelas ujian EPS-Topik, kelas ujian Topik, serta menyediakan informasi beasiswa dari pemerintah Korsel dan universitas-universitas di Korsel," kata Arida.


 
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar