Produksi padi di Kulon Progo turun

id produksi padi

panen (istimewa)

Kulon Progo (Antara) - Produksi padi di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, tercatat sebesar 41.039 ton gabah kering panen selama Januari- April 2017, turun tiga persen dibandingkan periode yang sama 2016 sebanyak 42.310 ton GKP.

"Angka produksi padi Januari-April ini sifatnya angka ramalan semantara berdasarkan data yang masuk di Dinas Pertanian dan Pangan, bukan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik," kata Kepala Seksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo Wazan Mudzakir di Kulon Progo, Jumat.

Ia mengatakan luas tanam pada Januari sampai April 2017 tercatat 6.487 hektare meningkat 73 hektare dibandingkan pada bulan yang sama pada 2016 seluas 6.414 hektare.

"Peningkatan luas tanam memang tidak diikuti oleh peningkatan produksi padi. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya serangan hama di beberapa titik di pusat penghasil padi," katanya.

Wazan mengatakan produktivitas padi pada Januari-April juga mengalami penurunan dibandingkan 2016. Produktivitas padi Januari-April 2017 sebesar 62,91 ton gkp per hektare atau turun 4,42 persen dibandingkan bulan yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai 65,82 ton gkp per hektare.

"Produktivitas padi di Kulon Progo tertinggi nomor dua setelah Bantul, dibanding kabupaten/kota di DIY. Bantul produkvitasnyanya 67,31 ton gkp per hektare, dan Sleman hanya 61,43 ton gkp per hektare," katanya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kulon Progo Agus Langgeng Basuki mengatakan Dinas Pertanian dan Pangan sudah berupaya meningkatkan produksi padi mulai dari intensifikasi dan penggunaan benih berkualitas. Namun, usaha itu tidak lagi mendongkrak produksi padi di Kulon Progo.

"Salah satu cara untuk meningkatkan produksi padi Kulon Progo adalah cetak baru. Cara ini sangat strategis dengan memanfaatkan lahan marginal dan difasilitasi infrastruktur irigasi," kata dia.

(KR-STR)
Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar