DPRD: penyertaan modal bank berkontribusi tingkatkan kesejahteraan

id Bank

Ilustrasi (Foto antaranews.com) (antaranews.com)

Bantul, (Antara Jogja) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengharapkan penyertaan modal kepada Bank Pembangunan Daerah DIY harus bisa memberi kontribusi pada peningkatkan kesejahteraan rakyat.

"Kami sepakati penyertaan modal untuk Bank BPD DIY, untuk itu kami minta BPD memastikan kontribusi atas penyertaan modal itu untuk sebesar-besarnya dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat Bantul," kata Anggota Pansus II pembahas Raperda Penyertaan Modal pada Bank BPD DIY Setiya di Bantul, Minggu.

Menurut dia, setelah melalui pembahasan panitia khusus (pansus), DPRD Bantul menyepakati Peraturan Daerah tentang penambahan penyertaan modal kepada Bank BPD DIY sebesar Rp392,8 miliar dari APBD Bantul hingga tahun 2025.

Ia mengatakan, adanya kontribusi bagi kesejahteraan rakyat itu karena besarnya dana yang akan disertakan oleh pemda Bantul ke Bank BPD DIY. Sementara di sisi lain, pemda butuh banyak anggaran untuk peningkatan kesejahteraan rakyat Bantul.

Setiya yang juga anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Bantul ini mengatakna, kontribusi pertama adalah setoran deviden yang maksimal, sebab sebagai badan usaha milik daerah (BUMD), Bank BPD memiliki misi `profit oriented`.

"Oleh sebab itu Bank BPD DIY harus memberikan bagi hasil (deviden) yang maksimal atas dana penyertaan modal yang disetorkan Pemda Bantul," katanya.

Kontribusi kedua, lanjut dia, adalah memberikan fitur layanan yang memudahkan warga Bantul untuk mengembangkan usaha dan untuk meningkatkan kesejahteraan utamanya sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dengan kemudahan akses permodalan.

"Tentunya tanpa agunan dan bagi hasil yang murah. Kontribusi yang ketiga yaitu memberikan program CSR (tanggungjawab sosial perusahaan) kepada masyarakat Bantul dengan bekerjasama dengan pemda dan atau lembaga yang kredibel," katanya.

Sementara itu, berkaitan dengan penyertaan modal ke BPD DIY, kata dia, karena Bantul telah menyetor sebesar Rp98,2 miliar hingga tahun 2016, sehingga masih perlu setoran modal tambaan sebesar Rp294,6 miliar yang direncanakan selesai hingga tahun 2025.

Ia menjelaskan, apabila dibagi rata-rata tiap tahun, APBD Bantul akan mendapatkan beban tambahan sebesar Rp36,825 miliar hingga tahun 2025, beban yang tentu tidak sedikit bila dibandingkan dengan pos belanja pembangunan lain.

"Sekadar untuk komparasi belanja pembangunan untuk pembangunan jalan Rp63 miliar, BOP (bantuan operasional pendidikan) sekolah Rp43 miliar atau untuk irigasi Rp25 miliar. Intinya beban Rp36 miliar per tahun itu cukup besar," katanya.



(T.KR-HRI)
Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar