Klomtan Trimulyo dipercaya menjadi demplot padi hibrida

id Padi hibrida,Sleman,Kelompok tani Trimulyo

Klomtan Trimulyo dipercaya menjadi demplot padi hibrida

Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun memimpin panen raya padi Hibrida Sembada yang dikembangkan Gapoktan Bimo Makmur. (Foto dok Humas Sleman) (antara)

Sleman (Antaranews Jogja) - Kelompok Tani Tri Mulyo Mandungan, Margoluwih, Seyegan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta dipercaya menjadi demplot budi daya tanaman padi jenis Hibrida.

"Penunjukan Kelompok Tani (Klomtan) Trimulyo sebagai demplot tersebut merupakan tindak lanjut acara `International Hybrid Rice Symposium` yang telah dilaksanakan di Yogyakarta pada 27 dan 28 Februari 2018," kata Kabag Humas Setda Kabupaten Sleman Sri Winarti, Minggu.

Menurut dia, demplot dengan luas lahan tujuh hektare tersebut sebagai uji coba tanaman beberapa varietas padi. Varietas padi yang dijadikan pencotohan tersebut terdiri antara lain varietas padi Hibrida Hipa 18, Hipa 19, Hipa Jatim 2, Hipa 8 dan Hipa 9.

"Pada kegiatan tersebut ditampilakn 27 varietas padi hibrida, beberapa diantaranya milik Badan Litbang Pertanian. Sedangkan jenis yang lain dikenalkan oleh mitra perusahaan benih swasta antara lain PT Dupont Indonasia, PT Primasid dan beberapa perusahaan lain," katanya.

Ia mengatakan, budi daya jenis Hibrida tersebut diharapkan dapat meningkatkan produksi padi, mencapai swasembada beras nasional, sekaligus mendukung Indonesia untuk menjadi negara pengekspor beras dan mewujudkan cita-cita Indonesia menjadi lumbung pangan dunia.

"Selain menampilkan perkembangan teknologi padi hibrida di Indonesia, kegiatan tersebut juga menunjukkan mina padi yang merupakan teknologi kombinasi padi dengan ikan," katanya.

Sebelumnya Bupati Sleman Sri Purnomo Sri Purnomo saat panen raya di Gabungan Kelompok Tani(Gapoktan) Agro Jogotirto Mandiri di Dusun Jogotirto, menyebutkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman terus berupaya meningkatkan inovasi dalam menjawab tantangan yang ada termasuk dalam pertanian.

Bupati memaparkan saat ini tanaman pangan utama Kabupaten Sleman, yakni padi dan jagung masih mengalami surplus. Untuk padi, surplus sebanyak 101.277 ton dengan produksi padi sebesar 290.672 ton, luas panen sebesar 50.854 ha serta produktivitas 57,15 kwintal per hektare.

"Sementara jagung mengalami surplus sebesar 34.608 ton dengan produksi 47.060 ton, luas panen 6.123 ha serta produktivitas 76,85 kwintal per hektare," katanya.

Ia berharap ke depan petani dapat terus berinovasi mengembangkan budidaya pertanian guna meningkatkan kesejahteraan keluarga.

"Berkaitan dengan hal ini, Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan, diharapkan dapat terus memotivasi petani agar semakin inovatif dan bisa memanfaatkan teknologi tepat guna dalam upaya meningkatkan produktifitas pertanian," katanya.



(U.V001)
Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar